Ia mengatakan, saat ini yang menjadi prioritas untuk segera mendapat penanganan BWS maupun Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) yaitu kali Toburo di Oba Utara, kali di Gurabati Tidore Selatan, gorong-gorong dan drainase di kelurahan Bobo, Kali Toe, kecamatan Oba, kali Noramake Oba Tengah, serta jalan pada jembatan Akelamo Oba Utara.
Selain di lokasi tersebut kata Ardian, terdapat rawan banjir di sejumlah titik yang juga menjadi masalah serius.
Saat ini yang berpotensi terjadi luapan air yaitu di kelurahan Mareku kecamatan Tidore Utara, Tomalou kecamatan Tidore Selatan, kelurahan Payahe, desa Tauno maupun sejumlah titik di kecamatan Oba Selatan dan di Tidore Timur.
Kepala Dinas PU Kota Tidore Abd Muis Husain dalam pertemuan tersebut meminta dukungan BWS melakukan perluasan dan normalisasi penampang embung di Gurabati.
“Di penampung air itu harus diperluas dan dikeruk karena sudah banyak material yang menumpuk, akhirnya saat hujan deras air cepat meluap,” jelasnya.
Selain itu kata Muis, penanganan juga harus segera dilakukan di lokasi banjir di Bobo, Tidore Utara. Dimana jalur aliran air harus dinormalisasi agar tidak meluap.
