Selain meraih WTP 12 kali berturut-turut, Kota Tidore Kepulauan juga mencatat performa terbaik dalam penyelesaian rekomendasi audit. Saat daerah lain di Maluku Utara masih berjuang memenuhi target, Tidore justru melesat melampaui standar nasional, skor Tindak Lanjut Rekomendasi BPK 77% Tertinggi dan Melampaui Target Minimal 75%.
Atas capaian 77% tersebut, Muhammad Sinen memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) atas dedikasi dan rasa tanggung jawab mereka. Meski begitu, ia mengingatkan agar tidak cepat puas.
“Komunikasi intensif antar instansi harus tetap dijaga untuk menuntaskan sisa temuan yang ada, Pengawasan akan terus kami tingkatkan agar kualitas tata kelola keuangan tetap terjaga,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Plt Kepala Perwakilan BPK Maluku Utara Bhuono Agung Nugroho dalam sambutannya memaparkan, secara umum, hampir seluruh kabupaten/kota di Maluku Utara berhasil meraih opini WTP untuk tahun anggaran 2025, kecuali Kabupaten Pulau Taliabu yang mendapatkan predikat Wajar Dengan Pengecualian (WDP).
“Namun, BPK memberikan catatan kritis terkait adanya temuan berulang di beberapa wilayah, seperti kesalahan klasifikasi anggaran, penyimpangan biaya perjalanan dinas hingga kekurangan volume pada proyek pembangunan,” Paparnya.
