TIDORE – Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Tidore Kepulauan nomor urut 1, Muhammad Sinen-Ahmad Laiman, kembali melakukan kampanye di zona dua, yang meliputi Kecamatan Oba Utara, Oba Tengah, Oba dan Oba Selatan.
Kali ini, pasangan yang dijargonkan dengan sebutan MASI AMAN, memusatkan perhatian di Kecamatan Oba, titik utama yang menjadi lokasi blusukan pasangan MASI AMAN dimulai dari desa Sigela Yef dan desa Kususinopa, yang dijadwalkan pada sore hari dengan waktu yang berbeda. Sabtu, (9/11/24).
Kehadiran pasangan ini, disambut meriah oleh warga setempat, bahkan di desa Sigela Yef, warga berkomitmen untuk memenangkan pasangan MASI AMAN tanpa terkecuali.
Pasalnya, di desa tersebut, warganya sudah menginginkan Muhammad Sinen untuk menjadi orang nomor 1 di Kota Tidore Kepulauan sejak lama.
Keinginan besar warga desa Sigela Yef itu, didasari pada kepedulian Muhammad Sinen selama dirinya menjabat sebagai Wakil Walikota Tidore Kepulauan 2 periode.
“Jika di desa Sigela Yef saya kalah hanya karena saya sebatas mencalonkan diri sebagai Wakil Walikota. Maka kali ini, saya sudah menjawab harapan warga di desa Sigela Yef untuk maju sebagai Calon Walikota Tidore Kepulauan,” ungkap Muhammad Sinen, yang disambut kemenangan oleh warga desa Sigela Yef.
Muhammad Sinen lantas mengapresiasi semangat masyarakat desa Sigela Yef yang bersedia memenangkan pasangan MASI AMAN. Menurutnya ini adalah sebuah penghargaan baginya di momentum politik tahun 2024.
“Tujuan saya menjadi Walikota untuk memudahkan pelayanan masyarakat, agar orang Oba tidak lagi kesulitan ketika membutuhkan pelayanan kesehatan maupun pengurusan administrasi berupa KTP, dan saya pastikan, kedepan kami akan menggratiskan bagi masyarakat yang apabila dirujuk keluar daerah maupun berobat di dalam daerah,” tambahnya.
Di kesempatan itu, pasangan MASI AMAN juga diminta untuk meluruskan tudingan miring yang dimainkan lawan politik, jika kekalahan MASI AMAN bisa saja terjadi, apabila hasil Pilkada Tidore kepulauan 2024 nanti, akan digugat oleh lawan politik ke Mahkamah Konstitusi (MK).
Menyikapi hal itu, Calon Wakil Walikota nomor urut 1, Ahmad Laiman, kemudian menegaskan bahwa isu tersebut, telah menempatkan bahwa lawan politik sudah menyerah dan sadar diri bahwa mereka telah kalah.
Bagaimana tidak, jika lawan politik begitu yakin dengan kemenangan yang akan diraih, lantas kenapa mereka berharap kemenangan itu harus diputuskan melalui MK.
“Permohonan yang disampaikan ke MK itu namanya Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU), yang dilihat dari permohonan itu hanya sebatas angka-angka yang berpengaruh terhadap hasil pemilu, jika selisihnya dibawah 2 persen, maka permintaannya tetap teregistrasi namun akan ditolak oleh MK jika tidak memenuhi unsur pelanggaran yang terstruktur, sistematis, dan masif (TSM),” ungkap mantan Ketua KPU Kota Tidore Kepulauan itu.
Lebih lanjut, Ahmad Laiman memastikan, berdasarkan data ril yang diperoleh dari internal Tim MASI AMAN, kemenangan bagi pasangan MASI AMAN sudah mencapai 75 persen. tentu angka ini akan mengantarkan kemenangan bagi MASI AMAN dengan selisih yang cukup jauh dan bisa diatas 2 persen.
“Soal pelanggaran yang yang dimaksud TSM itu tidak mungkin terjadi begitu saja, karena yang dimaksud TSM itu seluruh perangkat pemilu, alat keamanan negara dan kekuasan ikut bermain untuk memenangkan pasangan calon tertentu, dan sangat tidak mungkin MASI AMAN melakukan hal demikian,” jelasnya.
Sementara di desa Kususinopa, kemenangan bagi pasangan MASI AMAN sudah dianggap seperti harga diri bagi warga desa Kususinopa, hal itu ditegaskan Ketua Tim Pemenang MASI AMAN desa Kususinopa, Idham Hi. Iskandar.
Menurutnya, kehadiran masyarakat di lokasi kampanye pada siang hari, mungkin belum seberapa, karena disibukan dengan aktivitas melaut (nelayan). Namun dirinya memastikan bahwa kemenangan MASI AMAN di desa Kususinopa akan lebih tinggi dengan kemenangan MASI AMAN di desa Toseho.
“Saya berani pertaruhkan harga diri, kalau pilkada kali ini kami akan mebuktikan bahwa MASI AMAN akan menang di atas 80 persen, dan itu jumlah kemenangannya akan lebih besar dari kemenangan di desa Toseho,” tandasnya.
Di kesempatan itu, Ketua Tim Pemenang Daerah (TPD) MASI AMAN Kota Tidore, Ardiansyah Fauji, kemudian menguraikan peta politik yang ada di daratan Oba.
Menurutnya, di desa Kususinopa dan desa Sigela Yef, merupakan basis PDIP, bahkan di dua desa tersebut, merupakan kantong suara milik Ardiansyah Fauji dan Marwan Suardi yang merupakan politisi dari PDIP Kota Tidore.
“Di desa Kususinopa saya menang tanpa serangan fajar, di desa ini juga ada basis dari Marwan Suwardi, bahkan saya menjadi Ketua Komisi III DPRD Kota Tidore, juga merupakan bagian dari suara terbanyak yang saya peroleh dari desa Kususinopa, jadi saya sudah tidak meragukan komitmen mereka,” tandasnya.
Kenapa Desa Toseho yang disebut sebagai pesaing bagi desa Kususinopa untuk memenangkan MASI AMAN, kata Ardian, hal itu dikarenakan, di dua desa tersebut dirinya keluar sebagai pemenang pertama dengan perolehan suara terbanyak tanpa serangan Fajar.
“Jika saya saja dua desa ini bisa berjuang dan mengantarkan saya sebagai anggota DPRD, apalagi kali ini yang maju adalah Muhammad Sinen dan Ahmad Laiman, itu saya pastikan kemenangannya biasa diatas 90 persen,” tegasnya.
Pewarta : Suratmin Idrus
Editor : Erwin Egga
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)

