“Mereka berdua inikan kalau saya lihat punya kepedulian yang sama terhadap warga Guraping terkait dengan Pandemi Corona, maka kita sebagai pihak luar tidak boleh mengambil kesimpulan dan langkah yang terlalu dini tanpa mengetahui kronologis seperti apa, lagipula di situasi seperti ini IKA PMII Tidore seharusnya lebih konsentrasi pada kegiatan-kegiatan kemanusiaan dan upaya untuk pencegahan Corona,” tambahnya.
Senada disampaikan Fadli Abdul Kadir, dia mengatakan alasan pihaknya melaporkan Purnomo ke Polsek Oba Utara dengan dugaan fitnah, dikarenakan dia merasa dirugikan atas nama Keluarga Muhammad Sinen, terkait dengan postingan status yang dibuat oleh Purnomo yang mencatut nama Muhammad Sinen.
Padahal substansi masalahnya terletak pada jamaah luar yang datang melakukan sholat di Musholah Guraping, dalam hal ini Ajudan Pak Wakil Walikota.
“Bagi saya soal jamaah luar tidak boleh melakukan sholat di guraping itu sudah menjadi kesepakatan, dan saya tidak mempersoalkan kebijakan itu, yang saya sesalkan kenapa dia harus membuat postingan status yang berisi terkait dengan adanya batal puasa bersama dan kegiatan safari yang terkesan dilakukan oleh Pak Wakil, padahal persoalan tersebut telah dijelaskan oleh ajudan pak Wakil bahwa agenda itu tidak ada, bahkan saya sendiri juga ikut menyaksikan saat kejadian tersebut berlangsung di Musholah, karena saat itu saya juga sholat di musholah tersebut, sementara purnomo saya tidak lihat, apakah dia sholat juga atau tidak,” ungkapnya.
Ketika ditanyakan mengenai penyelesaian masalah secara kekeluargaan, Fadli mengaku bahwa dirinya siap memaafkan langkah purnomo, namun terkait dengan proses hukum, dia menegaskan tetap berlanjut.“Saya ini sudah menganggap Muhammad Sinen seperti ayah saya, dan sejauh ini untuk permasalah di daratan oba khususnya Oba Utara, Muhammad Sinen tidak pernah menutup mata, sehingga telah banyak membantu warga disini, apalagi menyangkut pandemi corona, ketika yang lain masih diam, Muhammad Sinen sendiri yang kemudian turun melakukan pembagian masker serta intens melakukan rapat koordinasi dengan pihak aparat serta puskesmas untuk melakukan langkah pencegahan, dan jika dia difitnah tentu saya sebagai pihak keluarga tidak akan tinggal diam,” tandasnya.(ute)

Berikan Komentar pada "Langkah Murad Polisiri Dianggap Lebay"