TERNATE – Setelah mengalahkan Persebaya Surabaya 0-2 di stadion Gelora Bung Tomo pada pekan ke-19 BRI Liga 1 beberapa waktu lalu. Malut United bersiap untuk menghadapi laga pekan ke-20 menghadapi Persik Kediri, pada Sabtu (25/1/2025) di Stadion Gelora Kie Raha, Ternate.
Laga ini menjadi laga hidup mati bagi Malut United untuk bisa meraih poin penuh pada sisa pertandingan Liga 1 musim 2024-2025. Apalagi pada empat laga sebelumnya dihadapan pendukung setia, Malut United belum bisa menampilkan permainan terbaik mereka, dimana dari lima laga hanya 1 kali menang sisanya 2 kali seri dan 2 kali kalah.
Hal ini memacu para pemain dan pelatih untuk bisa memaksimalkan permainan terbaik mereka, setelah melalui sejumlah persiapan jelang laga akhir pekan ini.
Pelatih Malut United Imran Nahumarury mengatakan, sampai saat ini semua pemain siap untuk menghadapi laga melawan Persik Kediri, bahkan di sesi latihan yang berlangsung Jumat pagi semua pemain secara fisik sangat siap.
Untuk laga di pekan ke-20 ini semua persiapan sudah dilakukan secara maksimal, dan tetap menargetkan meraih tiga poin dilaga kandang.
“Pada beberapa hari terakhir kami sudah melakukan beberapa technical, mudah-mudahan para pemain bisa menjalankan apa yang kita inginkan di laga besok,” katanya, saat konferensi pers pada Jumat (24/1/2025).
Dikatakan Imran, dengan jadwal pertandingan yang ada, para pemain juga harus bisa beradaptasi, dan sampai sesi latihan pagi tadi para pemain dalam kondisi stabil untuk bermain pada Sabtu (besok).
Pada laga pekan ke 20 ini, dia juga sudah menyiapkan tiga orang sebagai capten tim diantaranya Manahati Lestusen, Alwy Slamet dan Safrudin Tahar. Namun dalam perjalanan waktu pihaknya melihat yang bisa menjadi pemimpin dalam lapangan yakni Safrudin Tahar pria kelahiran Sango, Kecamatan Ternate Utara.
“Ini setelah saya berdiskusi dengan para staf dan kami memutuskan Safrudin Tahar pantas menjadi capten, karena selain putra daerah dia juga bisa jadi penghubung bagi para pemain dengan pelatih,” terangnya.
Lanjut Imran, dengan perubahan jadwal bertanding juga tidak mempengaruhi permainan tim, bahkan dia sangat setuju dengan perubahan tersebut sehingga saat pertandingan tidak terganggu dengan waktu salat untuk wilayah Kota Ternate dan Maluku Utara.
“Jadi dengan perubahan jadwal ini sangat membantu kami juga,” ucapnya.
Malut United sendiri kata Imran, tetap menargetkan untuk menang, bukan hanya bermain di Stadion Gelora Kie Raha tapi juga berlandang di laga Away.
“Yang paling penting pemain konsisten, sehingga kesalahan-kesalahan yang terjadi pada menit akhir tidak lagi terjadi dan itu jadi PR bagi kami tidak lagi terulang,” sebutnya.
Imran menegaskan, kalau dirinya siap untuk menerima setiap kritik, sebagai bentuk kecintaan suporter terhadap tim Malut United, dan hal itu juga jadi bahan evaluasi bagi tim pelatih untuk kemajuan tim kedepan.
Sementara, perwakilan pemain Malut United Wbeymar Angulo menyebut, selama sepekan pasca lawan Persebaya, pihaknya sudah melakukan persiapan yang matang untuk melawan Persik Kediri yang kini berada di peringkat 4 klasemen sementara BRI Liga 1.
“Pelatih sudah memberikan arahan dan kami siap meraih poin besok saat melawan Persik Kediri, dan siap memberikan yang terbaik untuk menghargai suporter yang datang di gelora maupun penonton di rumah,” tutupnya.
Laga pekan ke-20 yang berlangsung di Stadion Gelora Kie Raha, pada Sabtu (25/1/2025) dimulai pukul 17.00 WIT yang mempertemukan tim tuan rumah Malut United yang kini berada di posisi ke 12 klasemen sementara Liga 1 dengan perolehan 25 poin, menghadapi Persik Kediri yang kini bertengker di urutan ke 4 klasemen sementara dengan peroleh 31 poin, laga ini juga akan disiarkan secara langsung melalui aplikasi Video.*
Editor : Hasim Ilyas
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)

