May Day, Demo Buruh PT. IWIP Berujung Ricuh

WEDA – Karyawan PT. Indobesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) melakukan demonstrasi dalam rangka memperingati Hari Buruh, 1 Mei 2020 itu membuat aktivitas perusahan di Site Tanjung Uli, Kecamatan Weda Tengah, Jumat (1/5) lumpuh total.

Ribuan karyawan PT. IWIP itu mengatasnamakan diri sebagai Forum Perjuangan Buruh Halmahera Tengah (FPBH) itu berakhir dengan aksi pembakaran salah satu bangunan milik perusahan, bekas penjualan sembako, namun telah lama dikosongkan.

Aksi tersebut diketahui dikoordinir oleh Korlap, Ali Akbar Muhammad. Dimana dalam orasi itu para karyawan mulai muak dan resah dengan kebijakan semena-mena oleh PT. IWIP, yakni kondisi kelas pekerja semakin ditindas. “Untuk itu dalam kesempatan ini, kami atas nama FPBH menyampaikan 11 perataan sikap kepada pihak perusahan agar ditindaklanjuti dengan segera,” ucap Ali.

Sementara 11 pernyataan sikap FPBH tersebut adalah, 1. Gagalkan Ormnibus Law, 2. Tolak PHK berkedok jeda di PT. IWIP, 3. Penuhi hak maternitas buruh perempuan, 4. Kembalikan izin resmi untuk buruh di PT. IWIP, 5. PT. IWIP harus melakukan Lockdown perusahaan selama masa pandemik COVID-19, serta bayar upah pokok 100%,

6. Stop karantina buruh di bandara PT. IWIP, 7. Berlakukan delapan jam kerja di PT. IWIP, 8. Penuhi K3 untuk buruh, 9. Stop diskriminasi terhadap buruh TKA dan penuhi kesejahteraan buruh TKA di PT. IWIP, 10. Stop mengeluarkan memo-memo sepihak tanpa ada perundingan sebelumnya
dengan kaum buruh, 11. Stop kriminalisasi buruh, 12. Sediakan Tranportasi Untuk Buruh PT. IWIP.

Sementara itu, aksi buruh kali itu juga menuntut pemberhentian Kepala HRD PT. IWIP, Rosalina Sangaji, yang hingga kini belum direalisasi dari perusahaan.

Aksi yang dimulai sekitar pukul 07.30 WIT dilakukan di Desa Lelilef Sawai Kecamatan Weda Tengah dekat dengan operasional PT. IWIP, dan mereka juga mendeklarasikan Forum Perjuangan Buruh Halteng.

Aksi itu sempat dimediasi oleh Kapolres Halteng, AKBP Nico Andreano Setiyawan, namun massa aksi tidak menerimanya dan mereka menginginkan dari pihak perusahaan untuk segera mengeluarkan Kepala HRD.

Lantaran dari pihak perusahaan tidak betatap muka dengan pendemo membuat karyawan bergerak menduduki lokasi pabrik, hingga berimbas pada perusakan 8 unit alat berat yang kaca bagian samping dan depan pecah dan 5 unit motor rusak.

Aksi Demostran ini juga dikawal ketat oleh angota TNI, Angota Polres Halteng dan juga tim keamaan perusahaan PT. IWIP. (udy)

Berikan Komentar pada "May Day, Demo Buruh PT. IWIP Berujung Ricuh"

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*