Membangun Daerah Kepulauan : Tantangan Nyata Maluku Utara di Era Modernisasi

Pembangunan daerah, seharusnya tidak cukup hanya bertumpu pada eksploitasi sumber daya alam. Pengalaman banyak daerah menunjukkan bahwa ketergantungan terhadap sumber daya alam tanpa diimbangi pembangunan sumber daya manusia justru dapat menimbulkan ketimpangan sosial dan kerentanan ekonomi di masa depan (sebagai contoh, membaca masyarakat Pulau Gebe pasca pertambangan PT Aneka Tambang).

Karena itu, investasi terbesar yang harus dilakukan pemerintah daerah adalah investasi pada pendidikan dan pengembangan manusia.
Selain pendidikan, pembangunan infrastruktur juga menjadi pekerjaan besar yang harus terus diprioritaskan. Jalan, pelabuhan, bandara, listrik, telekomunikasi, dan internet merupakan kebutuhan dasar dalam mendukung konektivitas daerah kepulauan. Tanpa infrastruktur yang memadai, kesenjangan pembangunan antarwilayah akan semakin lebar.

Di era digital saat ini, akses internet bahkan telah menjadi kebutuhan primer masyarakat. Teknologi informasi dapat membuka peluang besar bagi masyarakat daerah kepulauan untuk mengembangkan pendidikan, ekonomi, dan pelayanan publik.

Namun kenyataannya, masih banyak wilayah di Maluku Utara yang mengalami keterbatasan jaringan telekomunikasi. Akibatnya, masyarakat di daerah terpencil sulit menikmati manfaat transformasi digital secara optimal.