Penerapan metode tersebut telah melahirkan sejumlah prestasi bagi siswa Halmahera Tengah. Ikram menyebut Halmahera Tengah pernah meraih juara pertama dalam ajang Gasing pada 2003 di Bitung. Prestasi serupa kembali diraih pada 2024 di Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara, dan 2025 di Banyuwangi, Jawa Timur.
Pada 2026, Olimpiade Matematika Gasing dilaksanakan di Maluku Utara dengan Halmahera Tengah sebagai tuan rumah, sementara kegiatan dipusatkan di Kota Ternate.
Bagi pemerintah daerah, prestasi tersebut menjadi salah satu indikator bahwa penguatan metode pembelajaran dapat membuka ruang bagi siswa daerah untuk berkompetisi di tingkat yang lebih tinggi.
Ikram mengatakan capaian pendidikan Halteng tidak hanya terlihat dari kompetisi Gasing. Ia juga menyinggung prestasi siswa asal Wairoro, Kecamatan Patani Selatan, yang disebut mampu masuk dalam jajaran siswa berprestasi di bidang teknologi dan mendapatkan penghargaan terkait sistem keamanan NASA.
“Kalau kita tidak laksanakan metode Gasing, matematika cepat metode Gasing, maka tidak mungkin Uril siap tingkat nasional,” ujarnya.
Ia menilai penguasaan matematika sejak usia sekolah dapat menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun kemampuan berpikir logis, yang kemudian dapat berkembang ke berbagai bidang ilmu, termasuk teknologi.