Halmahera Tengah juga mencatat prestasi internasional melalui siswa yang meraih juara ketiga dalam kompetisi di Seoul, Korea Selatan, pada November 2024.
Ikram menegaskan, keberhasilan tersebut harus dilihat sebagai bagian dari proses panjang membangun kualitas pendidikan. Metode Gasing bukan satu-satunya faktor penentu, tetapi menjadi salah satu pendekatan yang digunakan untuk memperkuat kemampuan siswa.
“Kenapa? Karena orang akan sehat, orang akan pintar, orang akan mau berusaha sekolah kalau dia sehat. Kalau dia tidak sehat, maka agak susah kita berharap,” katanya.
Dengan menempatkan pendidikan sebagai prioritas pembangunan, Pemkab Halmahera Tengah berharap semakin banyak siswa dari daerah tersebut yang mampu berprestasi di tingkat nasional maupun internasional. (udy)