SOFIFI – Ratusan siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Halmahera Utara harus menunda aktivitas belajar setelah pembangunan sekolah tersebut belum juga rampung sesuai target.
Kondisi ini turut membuat pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang sebelumnya dijadwalkan pada 22 September 2026 ikut tertunda.
Menyikapi kondisi tersebut, Wakil Gubernur Maluku Utara, H. Sarbin Sehe, turun langsung menggelar rapat terbatas bersama Bupati Halmahera Utara, Sekda Halut, pimpinan OPD teknis terkait, Camat Kao, serta perwakilan Hutama Karya, Selasa (29/9/2026).
Dalam rapat tersebut, Sarbin menegaskan keterlambatan pembangunan tidak boleh dianggap sebagai persoalan biasa. Sebab, yang terdampak bukan hanya pemerintah, tetapi juga ratusan anak dan orang tua yang telah menunggu sekolah tersebut berfungsi.
Sarbin bahkan menilai keterlambatan proyek telah mencederai kepercayaan masyarakat karena pembangunan sebelumnya ditargetkan selesai pada awal September.
