“Sekarang yang dirugikan siapa? Balik lagi yaitu masyarakat, anak-anak kita yang sudah nunggu kesal. Ada orang tua juga yang marah. Ini persoalannya,” tegas Sarbin.
Ia meminta pihak kontraktor bersama pemerintah daerah dan seluruh stakeholder terkait melakukan monitoring secara intensif serta mengambil langkah konkret agar pembangunan segera dituntaskan.
Menurutnya, pihak ketiga harus mampu memenuhi komitmen yang telah disampaikan kepada pemerintah dan masyarakat. “Saya sudah sampaikan kepada pengusaha agar membangun kepercayaan, nyatanya demikian,” ujarnya.
Berdasarkan hasil rapat, pembangunan SRT 1 Halmahera Utara saat ini baru mencapai sekitar 91 persen. Padahal, sekolah tersebut ditargetkan rampung pada awal September agar dapat digunakan untuk pelaksanaan MPLS.
Keterlambatan tersebut berdampak langsung terhadap sekitar 310 siswa dan tenaga pendidik yang hingga kini belum dapat menjalankan aktivitas pembelajaran sebagaimana mestinya.