“Saya aslinya orang Akekolano, dari kecil saya tinggal disini, hanya saja saat kerusuhan waktu itu, kami kemudian dilarikan ke Manado. Setelah kami balik, itu kami sudah tidak punya rumah, dan kami tinggal di rumah kosong milik warga Akekolano, yang ada di perkampungan. Namun karena pemiliknya sudah ada sehingga kami harus keluar,” jelasnya saat ditemui, Senin, (29/7/24).
Melihat kondisi rumah tersebut, Wakil Walikota Tidore Kepulauan, Muhammad Sinen ikut tersentuh, dan berniat akan membangun rumah milik Novince dan anak-anaknya itu. “Setelah saya kembali dari Jakarta, saya akan membangun rumah mereka dengan model tiga kamar, jadi rumahnya itu beton dan permanen,” ungkap Ketua DPD PDIP Maluku Utara ini.
Hasrat untuk membangun rumah milik Novince, dikarenakan kisahnya mengingatkan perjalanan hidup Muhammad Sinen pada tahun 1981.
Dimana pada masa itu, Muhammad Sinen dan adik-adiknya serta ibunya pernah diusir dari rumah keluarga mereka di Maitara, Kecamatan Tidore Utara.
Kisah pilu penuh duka itu, lantas membuat Muhammad Sinen tak mau melihat Ibu Novince harus mengalami kesusahan yang sama seperti dirinya kala itu.
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)
