Sementara itu, Kepala OJK Wilayah Sulawesi Utara, Gorontalo dan Malut, Winter Marbun, mengatakan, tujuan diberikan edukasi pengelolaan keuangan oleh OJK adalah agar masyarakat desa bisa menggunakan lembaga keuangan atau produk-produk keuangan yang baik dan tidak akan membebani masyarakat.
“Artinya bahwa masyarakat bisa mengelola keuangannya sehingga apapun yang mereka gunakan produk keuangan ini, baik itu asuransi maupun dana pensiun itu bagaimana supaya tidak memberatkan bagi mereka,” paparnya.
Karena, Winter bilang, dalam Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNL IK) tahun 2022, Maluku Utara masih sedikit berada dibawah rata-rata tingkat literasi keuangan nasional yaitu 49,35 persen.
“Sehingga ada tiga hal yang kita sasar yaitu desa tanpa kemiskinan, pemerataan penghasilan masyarakat desa, dan desa merek keuangan,” tukas dia.
Selain itu, lanjut Winter, pihaknya juga menyusuri untuk memprioritaskan desa-desa 3T yaitu terkecil, terluar dan terdepan.
“Sehingga dengan edukasi ini mudah-mudahan penghasilan masyarakat lebih merata demi meningkatkan literasi keuangan yang lebih baik ke masyarakat,” tutup Winter. (fay)
