Oknum Kabid Dinsos Tikep Diduga Bermain DID

“Beberapa warga desa Akedotilou yang viral lewat video itu, sesungguhnya mereka bukan penerima, sehingga mereka tidak tahu akan kesepakatan yang sudah kami dan warga penerima bicarakan. persoalan ini juga sudah kami sampaikan saat pertemuan dengan Camat Oba Tengah dan Kadis PMD bersama warga penerima,” jelasnya. 

Ironisnya, Ramli mengungkapkan terkait dengan bantuan DID, terjadi permainan data yang dilakukan oleh Kepala Bidang Rehabilitasi dan Pemberdayaan Sosial pada Dinas Sosial Kota Tidore, yakni Jauhar Jainuddin. 

Untuk meloloskan orang dekat dari Jauhar Jainudin, agar masuk sebagai penerima DID, mereka (Dinsos) nekat menggantikan data yang telah direkomendasikan dari pemerintah desa. 

“Awalnya itu kami diberikan Kuota sebanyak 15 orang, namun ketika dimasukan ke Dinsos, itu Kabid ganti 2 orang dan tambah 3 orang,” tuturnya. 

Padahal kata Ramli, 2 orang yang dititip Jauhar ini, mereka tidak layak untuk menerima DID, karena salah satu diantara mereka itu sudah kami masukan dalam Bantuan Langsung Tunai (BLT) Miskin Ekstrim. 

“Dua orang yang dititip itu merupakan keluarga dekat dari Kabid Jauhar, mereka diantaranya Maimuna Maulud dan Aisa Latif, dua orang ini menggantikan Mardiana Wahid (Disabilitas) dan Hidayat Musa (Penderita Autis) yang direkomendasikan oleh pemerintah desa,” bebernya. 

Sebelumnya, Pemerintah Desa sempat meminta untuk dilakukan penambahan, namun tidak diizinkan oleh Dinas Sosial, dengan alasan kuota yang ditentukan di desa Akedotilou hanya 15 orang. Tetapi disaat penyaluran, jumlah penerima malah berubah menjadi 18 orang.