Selain Rumah warga yang mengalami kerusakan, adapun 985 warga yang melakukan pengungsian guna menghindari adanya Tsunami. Warga yang mengungsi ini hanya terdapat di Kecamatan Tidore Utara, dengan rincian, Kelurahan Fabaharu sebanyak 355 Jiwa, Kelurahan Rum Bapibunga 197 Jiwa, dan Masyarakat di Pulau Maitara sebanyak 433 Jiwa.
“Warga Rum Balibunga mengunsi ke Bukit Talaga, sebagiannya ke Fabaharu, dan untuk Masyarakat di Pulau Maitara mereka naik ke puncak, mereka yang mengungsi ini, karena saat gempa, mereka telah melihat air di laut sudah surut, dan itu masuk dalam kategori tsunami,” jelasnya.
Kendati demikian, warga yang telah melakukan pengungsian, juga diberi bantuan berupa paket sembako. Dan saat ini, BPBD Kota Tidore telah menyiapkan paket tersebut kurang lebih sebanyak 1.000 paket yang terdiri dari, Beras, Gula, Minyak Goreng dan Supermie.
“Meskipun Dana TKD (Transfer Ke Daerah) telah dipangkas oleh Pemerintah Pusat, namun kami telah menyiapkan anggaran untuk penanganan bencana melalui Dana Tak Terduga (DTT),” ujar Muhammad.
Ia memastikan, terkait dengan penyaluran bantuan Warga ini, akan disalurkan paling lambat, Rabu, 8 April 2026, dengan tujuan agar warga terdampak bencana, sudah bisa merasakan manfaat yang ada. (ute)
