PB Formmalut Minta Kapolda Malut dan Kapolres Halteng Dicopot

Ketua Umum PB FORMMALUT Jabodetabek, melalui rilis yang diterima media ini, menduga peristiwa ini didesain pihak-pihak tertentu yang tidak bertanggungjawab.

Hamdan juga menegaskan, jika institusi kepolisian tidak mengambil tindakan tegas baik upaya penyelidikan bahkan perlunya tim gabungan untuk penuntasan kasus serupa, dan terkesan melakukan  pembiaran, maka jangan salahkan publik bila menilai lembaga kepolisian adalah bagian dari desain peristiwa pembunuhan dan teror yang terus terjadi di hutan Halmahera.

Lanjut Hamdan, bila diamati, peristiwa ini sering terjadi di kawasan yang potensial sumber daya mineral. Pembunuhan dan teror ini bisa jadi merupakan rangkaian desain menciptakan ketakutan agar proses peruntukan kawasan untuk kepentingan investasi tidak terhambat sama sekali.

“Meskipun sejauh ini motif pembunuhan dan teror belum diungkap secara resmi oleh kepolisian, namun mengamati tempat kejadian dan pola peristiwa ini mengindikasikan ada desain yang masif dan terstruktur,” jelasnya.

Hamdan membeberkan, pihaknya secara kelembagaan, telah melakukan aksi demonstrasi dan audiensi dengan Mabes Polri menyampaikan peristiwa berulang ini ketika seorang petani kopra di Waci Halmahera Timur terbunuh oleh OTK pada 29 Oktober 2022.