PDIP Bakal Adukan Kinerja Panitia Sail Tidore ke Presiden

Rakor Teknis terkait kegiatan Sail Tidore

TIDORE – Kepastian dan kejelasan anggaran menjadi topik pembahasan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Teknis Persiapan Penyelenggaraan Kegiatan Sail Tidore Tahun 2022 bersama panitia pusat Sail Tidore yang berlangsung di Aula Sultan Nuku Kantor Walikota.

Di hadapan Panitia Pusat, Wakil Walikota Tidore Kepulauan Muhammad Sinen mengatakan, dengan disajikannya pemutaran video dokumenter sejarah kunjungan presiden Soekarno di Tidore, semoga mampu membuka cakrawala berpikir bahwa Kota Kecil yang bahkan tidak terlihat di dalam peta Indonesia, sebenarnya menyimpan sesuatu yang besar dan berharga bagi negara.

Ia juga mengatakan, harapan masyarakat Kota Tidore Kepulauan, seperti halnya yang diingatkan oleh Bung Karno bahwa jangan sekali-kali melupakan sejarah, karena sejarah adalah bagian dari jati diri. Sebab, bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sejarah.

“Bapak, ibu panitia pusat Sail Tidore ketika tiba di Tidore, bapak ibu bisa melihat sendiri kondisi Tidore saat ini. Berapa ratus tahun silam, Tidore ini tenggelam sampai ke dasar laut. Masyarakat Kota Tidore mengharapkan melalui Sail Tidore ini, pemerintah pusat dan provinsi coba buka mata dan buka pikiran untuk melihat Tidore,” tutur Muhammad Sinen.

Orang nomor dua di Kota Tidore Kepulauan ini juga menambahkan, tanpa Tidore, Indonesia tidak lengkap dari sabang sampai merauke, ini ada bukti sejarahnya, Sail Tidore terlalu kecil, jika dilihat dari manifestasi rasa syukur negara terhadap Tidore sangat kecil, tidak sebanding dengan apa yang diberikan oleh Sultan Tidore terhadap negara pada saat itu.

“Tapi sayang, Sail Tidore yang semula dijadwalkan Tahun 2021 diundurkan di Tahun 2022, dan sampai hari ini juga kejelasan Sail Tidore belum pasti, maka hari ini saya atas nama Pemerintah Kota dan warga masyarakat Kota Tidore Kepulauan meminta kepastian itu, baik dari pusat maupun provinsi,” tegas Muhammad Sinen.

Sail Tidore ini adalah hajatan negara, tuan rumah adalah Provinsi Maluku Utara (Malut), dan Kota Tidore kebetulan menjadi saksi sejarah dan penempatan ada di Tidore, namun sayangnya di tahun 2021 hanya 1 Miliar anggaran yang disodorkan ke Kota Tidore Kepulauan dan di tahun 2022 hanya 600 juta.

“Kami kesal dan sangat putus asa, apakah Sail Tidore ini menjadi cerita omong kosong atau benar, ini pertanyaan dari rakyat atau masyarakat Kota Tidore Kepulauan terhadap pemerintah pusat dan pemerintah provinsi sebagai panjang tangan pemerintah pusat,” Lanjutnya.

Kami tidak akan buat gejolak, tapi jika Sail Tidore ini tidak bisa dilaksanakan, maka dengan terpaksa Nuku-Nuku Muda, Zainal Abidin Syah Muda akan berteriak di negara ini.