“Selaku walikota, saya bersama Pak wakil Walikota memiliki komitmen yang kuat untuk memperhatikan nasib para honorer yang ingin menjadi ASN atau PNS, maupun diangkat menjadi pegawai P3K, termasuk yang ingin menjajakan profesi sebagai tenaga P3K guru atau P3K kesehatan,” jelas Ali Ibrahim saat ditemui di kediamannya, Minggu pagi, (4/2/2024)
Orang nomor satu di Kota Tidore Kepulauan tersebut menambahkan, pada hari Senin, (5/2), dirinya akan menuju ke Provinsi Bali untuk memperjuangkan masalah penambahan kuota pegawai tersebut melalui forum Rapat Koordinasi Pengawasan dan Pengendalian BKN 2024 yang dilaksanakan oleh Badan Kepegawaian Negara pada Selasa pagi tanggal 6 Februari 2024.
“Kami akan memperjuangkan juga melalui forum rapat koordinasi BKN 2024 ini di Bali, sehingga kebutuhan sesuai kuota dan formasi Calon ASN dan P3K untuk Kota Tidore Kepulauan tahun 2024 juga mendapat respon dan dukungan dari BKN,” ujar Ali Ibrahim.
Menurut Ali Ibrahim komitmennya bersama Wakil Walikota untuk mengusulkan, kemudian memperjuangkan, agar tenaga honorer ini mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat untuk diangkat menjadi tenaga P3K maupun melalui seleksi CPNS dan P3K teruskan dilakukan hingga mendapatkan hasil yang lebih maksimal.
