Pemkot Tikep Terus Berupaya Tangani Dampak Debu Batu Bara

Staf Ahli Walikota Bidang Ekonomi, Pembangunan dan Keuangan, Abdul Hakim Adjam bersama tim melakukan pertemuan dengan pihak PLTU

TIDORE – Upaya menanggulangi dampak debu batu bara di PLTU, Pemerintah Kota (Pemkot) Tidore Kepulauan melalui Tim Terpadu Penanggulangan Dampak Lingkungan PLTU, yang dipimpin oleh Staf Ahli Walikota Bidang Ekonomi, Pembangunan dan Keuangan, Abdul Hakim Adjam bersama tim melakukan pertemuan dengan pihak PLTU guna membahas lebih lanjut kondisi terkini abnormal mesin PLTU.

Pertemuan yang berlangsung di ruang rapat kantor PLTU Tidore tersebut, sekaligus membahas pemanfaatan sampah dan beberapa jenis tumbuhan/pohon sebagai bahan bakar pengganti batu bara, serta rencana peresmian pilot project rumah berbahan dasar FABA oleh Wali Kota Tidore Kepulauan dalam waktu dekat.

Mengawali pembicaraan dalam rapat tersebut, Staf Ahli Walikota Bidang Ekonomi, Pembangunan dan Keuangan, Abdul Hakim Adjam mengatakan tujuan kedatangan Tim Terpadu Penanggulangan Dampak Lingkungan PLTU pada sore hari, sesuai dengan perintah Walikota Tidore Kepulauan untuk memantau kondisi terkini abnormal mesin PLTU Tidore.

“Karena beberapa hari lalu, kami menerima informasi dari tim Dinas Lingkungan Hidup, bahwa ada kondisi abnormal dari unit mesin 2 PLTU, jadi maksud kedatangan kami, bukan untuk mencari kesalahan, namun penting kiranya kami mengetahui kondisi abnormal mesin PLTU dan dampaknya terhadap masyarakat sekitar,” tutur Abdul Hakim Adjam.

Lebih lanjut, Ketua Tim Terpadu Penanggulangan Dampak Lingkungan PLTU tersebut mengatakan, dengan adanya informasi terkait abnormalnya mesin 2 ini, maka Pemerintah Kota Tidore melakukan langkah cepat, berkoordinasi dengan pihak PLTU agar dampaknya bisa segera teratasi.

Pada pertemuan itu juga, sekaligus mendengar respon dan penjelasan PLTU terkait kondisi abnormal unit mesin 2 PLTU.