Pemkot Tikep Terus Berupaya Tangani Dampak Debu Batu Bara

Sementara, Manager Unit PLTU Tidore, Budi Wijaya dalam pertemuan tersebut menjelaskan, kondisi abnormal unit mesin 2 PLTU bermula pada tanggal 23 Agustus, pihak PLTU melaporkan ke Dinas Lingkungan Hidup dan ke Pemerintah Kelurahan pada tanggal 24 Agustus, pada tanggal 25 Agustus, tim Dinas Lingkungan Hidup turun melakukan pemantauan.

“Terkait dampak abnormal unit mesin 2 PLTU ini, kemarin waktu terjadinya uap dengan kondisi debu masih tipis, kami sudah melaporkan serta meminta izin kepada Ketua RT/RW dan warga sekitar, bahwa saat ini kondisi mesin dalam keadaan abnormal, laporan ini kami sampaikan agar tidak terjadi protes,” ucap Budi Wijaya.

Pertemuan sore itu menghasilkan informasi bahwa, penanganan unit mesin 2 dan 1 sudah sesuai dengan skema penanganan, masalah abnormal juga pihak PLTU sudah mengkomunikasikan dengan warga di ring 1 atau di sekitar PLTU, sehingga alhamdulillah telah tercover. 

Selanjutnya juga dibahas rencana pemanfaatan FABA untuk pembangunan, serta sampah dan beberapa jenis tumbuhan/pohon sebagai bahan bakar pengganti batu bara ke depan, agar PLTU tetap beroperasi meskipun tanpa batu bara.

Usai melakukan pertemuan, Tim Terpadu Penanggulangan Dampak Lingkungan PLTU didampingi pihak PLTU, menyaksikan operasi alat pencacah sampah pohon serta melakukan peninjauan lokasi pilot project rumah berbahan dasar FABA.

Turut hadir dalam pertemuan ini, Kepala Bagian Pemerintahan Zulkifli Ohorella, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Muhammad Syarif, perwakilan dari OPD yang tergabung dalam Terpadu Penanggulangan Dampak Lingkungan PLTU, serta perwakilan dari Pemerintah Kelurahan Rum Balibunga. (hms)