SOFIFI – Pemerintah Provinsi Maluku Utara (Malut) akan melakukan pembebasan lahan untuk pembangunan bandara udara di Loleo Kecamatan Oba Kota Tidore Kepulauan, pembebasan lahan dilakukan secara bertahap.
Hal ini disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Maluku Utara Samsuddin A Kadir saat dikonfirmasi sejumlah wartawan kemarin.
Samsuddin mengatakan pembebasan lahan, Pemerintah Provinsi Maluku Utara telah menganggarkan dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Perubahan tahun 2022, diawali pembebasan lahan untuk runway bandara.
“Pemprov Malut akan melakukan pembebasan lahan secara bertahap, di APBD Perubahan tahun 2022 ini juga telah dianggarkan untuk pembebasan lahan runway bandara,” katanya.
Lanjut Samsuddin pembangunan bandara Loleo ini membutuhkan lahan yang cukup luas, apalagi keinginan Gubernur Malut KH Abdul Gani Kasuba, Bandara Loleo ini dapat digunakan pesawat berbadan besar.
“Lahan yang dibutuhkan untuk pembangunan bandara ini cukup besar sehingga pembebasan lahan harus secara bertahap,” ujarnya.
Menurutnya selain pembebasan lahan bandara, Pemerintah Provinsi Maluku Utara juga sementara menyusun dokumen perencanaan penggunaan lahan eks perusahaan PT. Darko untuk pembangunan pelabuhan peti kemas.
“Saat ini Disperkim Malut sementara susun dokumen perencanaan, penggunaan lahan tersebut untuk disampaikan ke Kementerian ATR,” jelasnya. (ril)
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)

