Menurutnya, pemerintah desa perlu mengalokasikan anggaran secara tepat untuk mendukung program penanganan sampah yang saat ini menjadi salah satu persoalan di sejumlah wilayah, terutama di kawasan Weda dan sekitarnya. “ Tolong dipergunakan sebaik mungkin, terutama untuk kegiatan penanganan sampah di desa. Harus ada langkah nyata agar persoalan sampah dapat segera teratasi,” katanya.
Di sektor ketahanan pangan, Ahlan berharap program yang dijalankan desa tidak hanya bersifat administratif, tetapi benar-benar menghasilkan manfaat yang dirasakan masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah juga menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan infrastruktur jaringan telekomunikasi di desa-desa yang masih mengalami keterbatasan akses internet, termasuk Desa Nusifa Sakam dan Desa Sanafi, guna mendukung penerapan Siskeudes Online secara optimal.
Melalui kegiatan Bimtek ini, Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah berharap seluruh aparatur desa semakin memahami tata kelola keuangan yang baik, tertib administrasi, transparan, dan akuntabel sehingga mampu meminimalisir risiko hukum dalam pengelolaan keuangan desa. “Sekali Input, Tertib Administrasi, Selamat dari Risiko Hukum,” menjadi semangat bersama dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan desa yang profesional dan bertanggung jawab demi kemajuan desa-desa di Kabupaten Halmahera Tengah. (udy)
