JAILOLO – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Halmahera Barat meminta Panitia Khusus (Pansus) BLUD DPRD Halmahera Barat memperluas fokus pengawasan terhadap RSUD Jailolo dengan turut menelusuri sistem pengelolaan limbah medis rumah sakit.
Menurut GMNI, pembahasan pansus tidak cukup hanya menyentuh aspek anggaran dan pelayanan kesehatan, tetapi juga perlu memastikan pengelolaan limbah rumah sakit berjalan sesuai standar demi melindungi kesehatan masyarakat dan lingkungan.
Desakan tersebut muncul di tengah proses kerja Pansus BLUD DPRD Halbar yang saat ini tengah mengkaji berbagai persoalan tata kelola RSUD Jailolo. Sejumlah isu yang menjadi perhatian publik antara lain pelayanan kesehatan, ketersediaan obat-obatan, hingga transparansi pengelolaan anggaran rumah sakit.
Sekretaris GMNI Halbar, Maykel Flory, mengatakan, persoalan limbah medis merupakan bagian penting yang tidak boleh diabaikan dalam evaluasi tata kelola rumah sakit.
“Persoalan limbah rumah sakit selama ini terkesan luput dari perhatian. Padahal, dampaknya sangat serius karena berkaitan dengan keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan,” tandasnya.

