Penyebab Jembatan Menuju RSUD Amblas Menurut Ahli

Terputusnya Jembatan Ratahaya terputus

BOBONG – Ahli teknik jembatan superstructure Pro-B  pada Proyek Strategis Nasional (PSN) Jakarta, Burhanuddin Abdul angkat bicara amblasnya jembatan menuju RSUD Bobong Kabupaten Pulau Taliabu beberapa waktu lalu.

Menurutnya, jembatan yang amblas dan terseret akibat curah hujan lebat itu menunjukan kegagalan struktur pembangunan jembatan. Padahal, bagi dia, jembatan tersebut sangat penting dan strategis bagi warga karena berfungsi memperlancar arus transportasi orang, barang dan jasa antara Desa Bobong menuju RSUD, PDAM dan Desa Ratahaya

Yang lebih krusial, kata dia, dalam aspek pelayanan publik di bidang kesehatan, jembatan tersebut merupakan satu-satunya akses jalan menuju rumah sakit.  “Kegagalan struktur dan longsor pada oprit jembatan tersebut otomatis mobilitas warga terganggu karena jembatan tidak bisa dilewati. Akibatnya, jika terjadi ada pasien yang emergensi yang dibawa menggunakan mobil Ambulance akan terkendala jembatan,” kata putra Taliabu itu.

Meski demikian, apakah banjir menjadi penyebab utama atau ada penyebab lain dari sisi perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan pembangunan jembatan tersebut?. Kata Burhanuddin, ini yang harus diidentifikasi masalah teknik penyebab kegagalan struktur dan tanah longsor pada area oprit tersebut.  

Berdasarkan data yang dimilikinya, jelas dia, konstruksi jembatan tersebut adalah Tipe box culvert beton bertulang, dengan perkiraan ukuran lubang bersih (sisi dalam) box Culvert panjang bentang 2m tinggi 3m dan lebar 6m sesuai lebar jalan.