Kedua, wing wall atau DPT (Dinding Penahan Tanah) pada sisi hilir sungai patah dan roboh akibat gerusan air banjir. Wing wall sisi hulu patah dan bergeser akibat box culvert yang terdorong oleh tekanan air banjir. Oprit kedua sisi baik sisi desa Bobong dan sisi RSUD longsor dan hanyut terbawa air banjir. Longsor diprediksi sedalam sekitar 3,5 m sampai ke dasar box culvert.
Wing wall atau DPT ada gap yang cukup besar di sisi bawah, sehingga tanah timbunan dengan jenis pasir akan keluar melalui celah ini akibat dead load (beban mati).
Tanah itu sendiri, akibat live load/Beban T dan D (Beban Kendaraan) yang melintasi jalan tersebut maupun tekanan air maksimum saat banjir yang bisa mencapai gaya 2 ton sampai dengan 3 ton tekanan air pada sisi bawah bila tinggi muka air banjir naik 2 meter sampai dengan 3 meter dari dasar tanah.
Ketiga, struktur Box culvert beton bertulang harus dilakukan pengecekan lebih detail untuk menilai apakah struktur box culvert masih memenuhi syarat secara struktur (tidak terjadi Retak yang besar atau patah) akibat perbedaan penurunan.
Keempat, tidak adanya pelat injak beton bertulang pada kedua sisi oprit untuk mendistribusikan beban hidup sehingga efek ke sisi bawah tekanannya akan berkurang.
Kelima, tidak ada dinding penahan tanah dan pengarah air yg terbuat dari batu kali. sementara wing wall tegak lurus terhadap arah datangnya tekanan air saat banjir. Efek gaya maksimum dan ada tambahan gaya akibat adanya turbulensi.
