“Klub-klub harus segera menyiapkan pemain. Untuk Piala Suratin, fokus utama tetap pada Persikota sebagai perwakilan dari Tidore untuk bisa masuk di liga 4,” ungkapnya.
Untuk memastikan kualitas pemain tetap terjaga, Askot PSSI Tidore akan menggandeng BPJS Ketenagakerjaan guna memberikan jaminan bagi pemain maupun ofisial yang berisiko cedera saat bertanding.
“Kami akan minta data resmi dari klub untuk dimasukkan sebagai peserta BPJS. Target kami minimal sekitar 1.000 atlit pesepak bola bisa memiliki BPJS tenaga kerja, sehingga mereka juga bisa diperhatikan oleh Negara apabila mengalami cedera kerja di lapangan,” jelasnya.
Untuk waktu pelantikan Askot PSSI Tidore, kata Ardian, pihaknya masih menunggu kemvalinya Wali Kota Tidore Kepulauan, Muhammad Sinen dari luar daerah. Pasalnya, salah satu syarat pelantikan Askot PSSI, harus adanya rekomendasi dari Kepala Daerah sebelum SK dibuat.
“Kami masih menunggu waktu dari Wali Kota untuk disampaikan hasil pasca Kongres, dan setelah itu baru diagendakan waktu pelantikan,” tuturnya.
