Notice: Function register_uninstall_hook was called incorrectly. Only a static class method or function can be used in an uninstall hook. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 3.1.0.) in /home/fajarmal/public_html/wp-includes/functions.php on line 6131
Pertegas City Branding Ternate, Pemkot Tanam 773 Pohon Cengkeh dan Pala - FajarMalut.com

Pertegas City Branding Ternate, Pemkot Tanam 773 Pohon Cengkeh dan Pala

Penanaman Pohon Cengkeh dan Pala Secara Simbolis
Penanaman Pohon Cengkeh dan Pala Secara Simbolis

TERNATE– Untuk mempertegas city branding Ternate Kota Rempah, maka dalam rangka memperingati Hari Rempah Nasional yang jatuh pada 11 Desember kemarin dan memeriahkan Hari Jadi Jadi Ternate (Hajat) yang ke 773, maka pada Selasa (12/12/2023) kemarin Pemkot Ternate melakukan penanaman 773 pohon pala dan cengkeh yang tersebar di seluruh instansi pemerintah di Pemkot Ternate baik kelurahan yang ada di 8 kecematan maupun sekolah dan instansi vertical lainnya.

Penamanan ini dilakukan secara simbolis sebanyak 6 pohon pala dan cengkeh oleh Wali Kota Ternate M. Tauhid Soleman dan forkopimda dipusatkan di benteng Oranje dan diikuti semua instansi lain secara serentak.

Wali Kota Ternate M. Tauhid Soleman mengatakan, rempah merupakan kekayaan asli bumi Maluku Utara, sejak dahulu kala, rempah merupakan aset “mewah”. Hal itulah yang membuat Bumi Nusantara dahulu terpandang dan terus didekati oleh banyak negara besar untuk dikuasai kekayaan rempahnya.

Menurutnya, fakta bahwa Nusantara pernah menjadi penghasil rempah sebagai pemasok utama dunia “Sebagai Lumbung Rempah Dunia” Nusantara di kenal sebagai Spice Island Country

“Rempah jangan dipandang sebagai komoditi saja, tetapi sebagai nilai. Keberadaan rempah memberikan nilai menjadi lebih tinggi terhadap makanan, minuman, kesehatan, kebugaran, kecantikan, pewarna, pengawet, dan spiritual. Demikian juga historis tentang situs, artefak, gedung tua, literasi tua, dan cerita lama kearifan lokal, dikemas untuk menjadi produk bernilai tinggi sebagai obyek, dan tujuan wisata,” katanya.

Wali Kota menyebut, Maluku Utara adalah bagian penting dalam perjalanan sejarah jalur rempah Nusantara karena Maluku Utara disebut sebagai titik nol jalur rempah dunia. Bahkan, dengan adanya sertifikat dari Kementerian Hukum dan HAM RI yang memberikan hak merek Kota Ternate Kota Rempah, City Branding Ternate Kota Rempah merupakan sebuah revitalisasi atau pengakuan bahwa Kota Ternate adalah pusat Kota Rempah di dunia.

Potensi lain yang dimiliki oleh Kota Ternate kata dia, adalah adanya tanaman cengkeh Afo yang merupakan cengkeh tertua di dunia dan telah diakui oleh kementerian Pertanian sebagai Vaietas unggul Nasional yaitu dengan SK.No 3680/Kpts/SR.120/11/2010 Dan Pala Ternate 1 sebagai Pala Unggul Nasional dengan SK Mentri Pertanian Nomor: 4061/KPTS/SR.120/12/2009. Sesuai Keputusan Menteri Pertanian RI Nomor 644/KPTS/KB.130/M/10/2021 pada tanggal 29 Oktober 2021 menetapkan tanggal 11 Desember sebagai Hari Rempah Nasional.

“Penetapannya berdasarkan Kesultanan Tidore pada 11 Desember 1521 mengekspor perdana cengkeh sebanyak 27,3 ton ke Eropa dengan kapal Victoria. Penetapan Hari Rempah Nasional berharap sebagai starting point kesinambungan yang dapat melahirkan spirit mengembalikan kejayaaan rempah nasional dari hulu hingga hilir peningkatan kesejahteraan demi keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia,” tandasnya.

Dukungan Pemerintah baik dari pusat maupun daerah dalam rangkah untuk mengembalikan kejayaan rempah telah banyak dilakukan diantaranya adalah adanya dukungan program rempah pusat dan daerah antara lain GRATIEK di Kementan, jalur rempah di Kemendikbud, poros maritim berbasis rempah dan spices culinary for the future di Kemenko Maritim, wisata berbasis rempah di Kemenpar & Ekonomi Kreatif, rempah di kawasan transmigrasi di Kemendes PDT & Trans, lahan sosial kehutanan untuk rempah di kementrian LHK, Market Place di Kemenkop UKM, Gosora di Maluku utara, gerakan desa rempah di Bappenas, Festival rempah di Sumatera selatan, sekolah rempah, dan lainnya banyak lagi.

“Kota Ternate dengan Branding Sebagai Kota Rempah pada kesempatan ini dalam rangkah untuk memperingati Hari Rempah Nasional 11 Desember 2023 dan rangkaian peringatan HAJAT ke 773 melaksanakan gerakan menanam Rempah (Cengkeh dan Pala) sebanyak 773 pohon secara serentak di seluruh wilayah Kota Ternate. Penanaman Tanaman rempah ini akan di lakukan oleh Instansi pemerintah baik OPD, instansi vertikal, Telkom, Bank Indonesia, KPKNL, sekolah sekolah (SD dan SMP) dan restoran dan hotel yang ada di Kota Ternate,” jelasnya.

Lanjutnya, dengan adanya peringatan Hari Rempah Nasional pada tanggal 11 Desember 2023 ini juga sebagai sarana untuk mensosialisasikan identitas city Branding Ternate sebagai Kota Rempah kepada seluruh elemen masyarakat yang ada di Kota Ternate.

Ketua Panitia Hajat 773 Fathiyah Suma mengatakan, kegiatan menanam serentak 773 pohon cengkeh dan pala sebagai seremoni peringatan Hari Rempah Nasional sekaligus rangkaian Hajat 773, bahkanm logo Hajat yang berbentuk angka 773 hingga membentuk angka karakter cengkeh sebagai mahkota city branding Ternate Kota Rempah.

“Hal ini menampakan keterkaitan kegiatan hari ini dan dalam memperingati hari Rempah Nasional dan Hajat 773, dan semakin menguatkan city branding Ternate Kota Rempah,” tandasnya.*

Editor : Hasim Ilyas

Berita Terkait