Menurut Iksan, keberadaan tenaga medis dalam kegiatan seperti ini diperlukan untuk melakukan check up kesehatan peserta, serta untuk mengetahui kondisi terkini dari kesehatan peserta sebelum tampil.
Iksan mengaku imbas dari ketiadaan tenaga medis dan obat-obatan membuat pihaknya harus mengambil langkah untuk membeli obat di apotek terdekat. “Memang disini tempat penjualan obat dekat, tetapi kesediaan tenaga medis dan obat di lokasi harus ada agar terus pantau kondisi peserta, miris juga panitia seperti ini,” tegasnya.
Selain mengambil langkah antisipasi, pihaknya juga telah menginformasikan ke Karo Kesra Provinsi, yakni Fadly Muhammad melalui pesan grup via WhatsApp, namun menurut Iksan sampai saat ini keluhan tersebut tidak direspon oleh yang bersangkutan. “Kita sudah menginformasikan terkait hal ini tapi sampai sekarang belum ada respon dari Karo Kesra Provinsi,” tuturnya
Berdasarkan pantauan media di lapangan, salah satu pelatih dan beberapa peserta MTQ dari Halbar tengah jatuh sakit, saat dikonfirmasi gejala sakit yang dialami bervariasi. Pelatih pengajian yang mengalami demam dan flu batuk, sedangkan peserta MTQ mengalami sakit perut, radang tenggorokan, batuk, serta demam.
Terpisah, Plt Karo Kesra Provinsi Maluku Utara Fadly Muhamad ketika dihubungi mengaku, ketersediaan tenaga medis dan obat-obatan tidak disediakan oleh pihaknya karena dalam kesepakatan bersama panitia sebelumnya yaitu Kota Tidore Kepulauan.
“MoU itu terjadi pembagian tugas, jadi ketika ambil alih dari panitia Tidore tidak ada kesepakatan tanggung jawab tenaga medis, karena ini tidak dituangkan dalam perjanjian, jadi Provinsi hanya menangani terkait dengan penyelenggaraan saja,” ungkapnya.
