Peserta MTQ Tingkat Provinsi Malut Dilarang Sakit

Fadly juga menambahkan, kegiatan MTQ maupun STQ adalah kegiatan kabupaten kota dengan provinsi. “Jadi MTQ dan STQ itu kegiatan kabupaten kota dengan Provinsi biasanya begitu, satu tahun sebelum kegiatan itu ada SK tuan rumah. Jadi kemarin tuan rumah itu Kota Tidore, dengan keterbatasan anggaran Kota Tidore belum bersedia untuk menjadi tuan rumah,” jelas Fadly.

Ia mengatakan, setiap panitia penyelenggara pastinya ada sharing anggaran dan tim kerja, namun Fadly mengaku bahwa Kota Tidore menolak karena ketidaktersediaan anggaran. “Lalu kami ambil alih sesuai arahan Gubernur dan melihat berbagai konsekuensi anggaran,” ujarnya

Fadly menjelaskan bahwa yang menjadi tanggungjawab provinsi adalah ketika nantinya Kafilah peserta yang menang dan akan dikirim untuk bertanding di Event Nasional di Kalimantan. “Provinsi ini ketika nanti bertanding di Event Nasional di Kalimantan. Kafilah peserta yang menang itu sekitar 50-60 orang itu yang kami tanggung jawab,” akunya

Ia menambahkan, sebagai Penyelenggara kegiatan selama ajang MTQ, pihaknya hanya bertanggung jawab terkait penyelenggara dalam pertandingan, sementara perihal Kafilah menjadi tanggungjawab kabupaten kota masing-masing.

“Saya ambil contoh di Haltim, Tenaga medis yang pernah masuk dalam kegiatan itu tanggung jawabnya kabupaten, sebab tenaga medis bukan provinsi punya area,” terangnya.

Pewarta : Faisal Noho
Editor : Zulkifli Hi Saleh