Sistem perwakilan ini dipilih karena PAW memang dirancang untuk mengisi kekosongan jabatan di tengah periode. Tujuannya efisiensi waktu dan biaya, tanpa mengurangi legitimasi pemimpin yang terpilih.
Lalu bagaimana jika peminat kursi kepala desa terlalu banyak?, Muzakir menyebut panitia sudah menyiapkan saringannya. Jika bakal calon lebih dari tiga orang, maka akan dilakukan tahapan seleksi terlebih dahulu sebelum masuk ke musyawarah desa.
Dengan mekanisme ini, empat desa di ujung utara Maluku Utara itu tengah menata ulang kepemimpinannya. Tak ada gemuruh massa, yang ada adalah adu gagasan di meja musyawarah nantinya. (fay)
