Enos menambahkan, KTNA Maliku Utara, dibawah kepemimpinannya berkomitmen untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan nelayan, serta menjembatani dan mencari Mitra untuk Penguatan akses permodalan dan pasar.
Sedangkan untuk program Jangka Panjang, KTNA Maluku Utara akan membantu Pemerintah dalam Modernisasi pertanian dan perikanan berbasis teknologi, Pengembangan hilirisasi dan nilai tambah produk, regenerasi petani dan nelayan muda.
“KTNA harus hadir bukan hanya ketika ada kegiatan, tetapi harus hadir ketika petani dan nelayan menghadapi persoalan. KTNA menjadi jembatan antara pemerintah dan masyarakat tani dan nelayan, sekaligus wadah perjuangan untuk meningkatkan kesejahteraan mereka,” tegasnya.
Enos mengaku, salah satu prioritas di awal kepengurusannya adalah membantu dan memfasilitasi petani dan nelayan dalam memasarkan hasil panen.
“Misalnya, jika petani biasa menjual kelapa per buah dengan harga Rp1.200 atau Rp1.500 maka kami akan memberi subsidi pada biaya pengangkutan sehingga harga kelapa bisa mencapai Rp2.000 sd 2500 per buah,” jelasnya.
Dengan semangat kebersamaan, KTNA Maluku Utara bertekad menjadi organisasi yang semakin kuat, mandiri, dan mampu memperjuangkan hak serta kesejahteraan seluruh petani dan nelayan di tanah Maluku Utara.