Polda Malut Jadwalkan Periksa Direktur PT Novavil

Sebelumnya, sejumlah calon jemaah umrah asal Halmahera Timur berulang kali dijanjikan pihak travel Novavil Mutiara Utama untuk berangkat ke tanah suci sejak Oktober sampai Maret 2025. Masuk bulan Maret, keberangkatan kembali dimundurkan pada Juli dan kembali dijanjikan 26 Agustus lalu.

Korban dalam kasus ini didominasi jemaah asal Kabupaten Halmahera Timur. Ketika para jemaah dari Halmahera Timur tiba di Ternate, mereka sempat ditelantarkan selama 9 hari di kantor travel Novavil alamat Kelurahan Kalumpang, Kecamatan Ternate Tengah.

Ketika kasus ini terungkap dan menuai sorotan publik, pihak travel menyiasati keberangkatan jemaah. Dari 31 jemaah, 29 di antaranya merupakan warga Kabupaten Halmahera Timur dan 2 dari Manado Sulawesi Utara. Mereka lalu diberangkatkan pihak travel ke Jakarta kemudian ke Jeddah.

Mirisnya, keberangkatan ditunda lagi dengan alasan, Direktur Utama PT Novavil sedang sakit. Setelah itu, para jamaah sudah tidak diberikan kepastian keberangkatan. Bahkan operasional makan minum selama tiga hari tidak diurus pihak travel.

Para jemaah kemudian diberikan opsi oleh Direktur Novavil untuk memilih antara pulang atau lanjut keberangkatan ke tanah suci tapi harus membayar uang tambahan Rp10 juta. Di sini, 14 orang dari 31 jemaah memilih kembali ke Ternate lantaran tidak mau mengambil resiko karena khawatir di tanah suci akan ditelantarkan.