Ratusan Sopir Lintas Diizinkan tanpa Rapid Test

Sopir Lintas saat diberi penjelasan

TERNATE – Sebanyak 160 unit dump truck pengangkut kebutuhan logistic akhirnya mendapat izin dari gugus tugas percepatan penanganan covid-19 Provinsi Maluku Utara (Malut) untuk diberangkatkan ke wilayah Halmahera.

Ini terkuak dalam hearing antara gugus tugas Provinsi Malut, sopir lintas Halmahera dan Kepala Operasional PT. ASDP (Persero) Cabang Ternate, Rabu (3/6). Usai hearing, gugus tugas percepatan penanganan covid-19 Provinsi Maluku Utara langsung mengeluarkan surat pemberitahuan nomor : 114/GT-COVID19/MU/VI/2020. Isi surat pemberitahuan tersebut meminta kepada Ketua Satgas Covid-19 Kabupaten/Kota se-Provinsi Malut, Kepala KSOP Kelas II Ternate, Kepala BPTD Wilayah XXIV Maluku Utara serta Operator Angkutan Laut dan Penyeberangan agar memfasilitasi khusus untuk sarana transportasi darat pengangkut kebutuhan logistic, obat-obatan, alat kesehatan, bahan bangunan dan BBM diberi dispensasi rapid test kepada supir truck dan 1 orang kenek.

Tetapi untuk protocol kesehatan lainnya tetap dilakukan seperti biasa, sehingga pencegahan penanganan covid-19 di Maluku Utara tetap tercapai. Kepala Biro Protokol Kerjasama dan Komunikasi Publik (PKKP) Setda Malut Mulyadi Tutupoho saat diwawancarai mengatakan, yang diberikan izin untuk diangkut hanyalah kendaraan yang mengangkut logistic, bukan orang.

“Sore ini (kemarin) juga sudah bergeser, kapal fery yang mengangkut kendaraan truck yang di bawa ke Halmahera, sehingga gugus tugas yang ada di bawah wilayah gugus tugas Provinsi Malut tetap menjalankan arahan dari gugus tugas provinsi Malut,” katanya. Karena itu, ia meminta kepada Kabupaten/Kota yang menerapkan wajib rapid test agar dapat mengecualikan para sopir kendaraan yang mengangkut kebutuhan logistic.

“Itu pengecualianya untuk para sopir yang bekerja mengangkut logistic,” katanya. Sementara itu, Manager Operasional PT. ASDP (Persero) Cabang Ternate, Marsadik mengatakan, para sopir lintas Halmahera yang mengangkut logistic tersebut sebelumnya tertahan di Pelabuhan Fery karena tidak mengantongi hasil rapid test.