Ratusan Sopir Lintas Diizinkan tanpa Rapid Test

Buntut dari itu, mereka melakukan aksi mogok di area pelabuhan Fery Bastiong. “Kami tidak punya pilihan karena fungsi kami di ASDP adalah menjaga stabilitas, kami menyalamatkan pemerintah daerah, kalau kami tidak mengakomodir teman-teman di pelabuhan, takutnya mereka menutup akses jalan di sini. Itu menjadi pemandangan yang tidak sedap, dan saya haqqul yakin kalau sudah ada blokade jalan, kasusnya sudah nasional. Bukan lokal lagi,” katanya. Dikatakan, karena PT. ASDP adalah badan usaha yang bergerak di Maluku Utara, sehingga pihaknya bertanggungjawab menjaganya.

“Kalau terus mogok, bertambah waktu kami tidak bisa melakukan pelayanan, jadi kami juga sudah bersurati ke Gugus Tugas agar menyikapi hal ini sehingga aktivitas dan pelayanan kembali normal,” tuturnya.

Ditanya mengenai jumlah armada kapal fery yang disiapkan, Marsadik mengaku ada 6 kapal fery yang stand by. Tetapi mereka tidak menerapkan jadwal kapal. “Jadi kami tidak pakai jadwal kapal karena emergency, jadi begitu penuh langsung berangkat,” tandasnya.

Amatan wartawan media ini di lapangan, sejumlah kendaraan pengangkut kebutuhan logistic yang sebelumnya tertahan sudah diberangkatkan sejak pukul 17.20 WIT. Di area pelabuhan Fery Bastiong terdapat sejumlah petugas satgas yang berjaga-jaga. (nas)