TIDORE – Salah satu anggota Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) Tidore Utara berinisial RH yang telah diloloskan oleh Bawaslu Kota Tidore Kepulauan diduga bermasalah.
Pasalnya, RH pernah terlibat politik praktis pada momentum pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Tidore Kepulauan, periode 2020-2024. RH diduga sebagai tim dari salah satu Pasangan Calon (Paslon) yakni Salahudin Adrias dan Muhammad Djabir Taha alias Salamat.
Itu dibuktikan melalui potongan video berdurasi 50 detik yang dikantongi media ini. dimana dalam video tersebut, RH ikut menyampaikan pidato di acara kampanye pasangan Salamat.
Akibat masalah tersebut, membuat Ketua MPAC Pemuda Pancasila Kecamatan Tidore Timur, Syofyan Muchlis kemudian angkat bicara.
Menurutnya, Panwascam merupakan salah satu instrumen penting dalam pelaksanaan pemilihan umum di tingkat Kecamatan.
Lembaga ad hoc bentukan Bawaslu Kabupaten/Kota itu, seharusnya diseleksi secara ketat dan bebas dari intervensi kelompok politik manapun. Sehingga orang-orang yang nantinya dipercaya untuk melakukan pengawasan terhadap proses pemilu, benar-benar dapat menegakkan aturan tanpa harus berkompromi dengan pihak manapun.
“Beberapa hari kemarin ada calon anggota Panwascam dari Oba Utara diberhentikan sebelum dilantik karena terindikasi telah berafiliasi dengan kelompok politik tertentu. Hari ini, beredar video yang berdurasi 50 detik, dan diduga berisi salah satu anggota Panwascam Tidore Utara memberikan pidato pada kampanye pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Tidore kepulauan, 2 tahun lalu, itu artinya Bawaslu kecolongan dalam menyeleksi anggota Panwascam,” pungkasnya.

