Satu Pasien PDP Berubah ODP

TERNATE – Satu pasien asal Kota Ternate yang di rujuk ke RSUD Chasan Boesori sebelumnya dengan status Pasien Dalam Pengawasan (PDP) itu bersamaan dengan pasien asal Halmahera Barat dan Halmahera Selatan, kini status satu pasien itu turun menjadi Orang Dalam Pemantauan (ODP). Hal ini setelah melalui pemeriksaan oleh dokter spesialis paru.

Juru Bicara tim gugus tugas penanganan Covid-19 dr. Muhammad Sagaf mengatakan, dari aspek medis, Orang Dalam Pemantauan (ODP) untuk Kota Ternate sebanyak enam orang. “Dimana enam orang itu setiap jam memberikan informasi terkait dengan kondisi kesehatan mereka. Dan mereka ini terpantau betul kondisinya karena mereka ini masuk ke Ternate dari daerah-daerah yang sudah terjangkit,” katanya usai rapat evaluasi tim gugus tugas penanganan corona Kota Ternate pada Sabtu (21/3) yang di hadiri Sekda Kota Ternate, Ketua DPRD dan Kapolres Ternate.

Langkah ini untuk mengantisipasi dan mencegah penyebaran virus corona ini, sebab langkah pemantauan yang dilakukan ini juga pihaknya memudahkan yang bersangkutan melakukan interaksi dengan tim medis melalui telpon seluler.

“Kalau pasien ODP di Ternate hanya enam, kasusnya beda. Sehingga kalau orang datang batuk atau pilek tidak bisa kita sebut dia gejala menuju suspect, dan untuk PDP kita di Ternate belum ada,” ungkapnya.

Menurutnya, memang ada tiga orang yang diisolasi namun dari informasi yang pihaknya terima kondisinya stabil. Bahkan, isolasi itu dilakukan dalam rangka untuk memutus mata rantai penyebaran virus tersebut. “Satu pasien yang dari Ternate ketika datang kesana dia bukan lagi PDP tapi ODP, ini setelah dilakukan pemeriksaan oleh dokter paru dan statusnya di turunkan jadi ODP bukan PDP,” ungkapnya.

Sebab kata dia, dari penjelasan yang di sampaikan oleh dokter paru kalau yang bersangkutan tidak ada komplikasi dengan penyakit lain. “Jadi dia hanya butuh istirahat dan lihat kembali kondisinya jadi statusnya ODP, sehingga mereka itu di rumahkan,” tegasnya.

Sementara Ketua Tim Gugus Tugas M. Arif Gani menyebutkan, rapat evaluasi itu untuk memantapkan kerja tim gugus di lapangan, sehingga segala kekurangan bisa diatasi seperti cairan hand sanitizer yang kosong dan kelangkaan masker. “Sementara langkah lain akan di koordinasikan dengan pak Wali Kota, dimana jarak orang juga harus dua meter,” tandasnya.

Selain itu para ASN yang baru kembali ke Ternate dari luar daerah juga di rumahkan. “Dan menurut pak Sekda sudah di batalkan beberapa perjalanan keluar daerah sampai batas waktu penanganan darurat ini, kalau kelangkaan sudah di pesan Dinas Kesehatan,” tutupnya.(cim)

Berikan Komentar pada "Satu Pasien PDP Berubah ODP"

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*