Sebagian Pendapatan Kampung Ramadhan Dihibahkan Ke BKM Al Munawar Ternate

Masjid Al Munawar Ternate
Masjid Al Munawar Ternate

TERNATE– Meski pada ramadhan 1443 hijriyan tahun 2022 ini Pemkot Ternate melarang para pedagang berjualan di samping Masjid Al Munawar Ternate, dan mengalihkan pedagang busana muslim ini ke lokasi benteng oranje dengan konsep Kampung Ramadhan 1443 Hijriyah sesuai dengan kesepakatan rapat yang di pimpin Wali Kota Ternate.

Namun pihak BKM Al Munawar Ternate tidak perlu cemas, sebab Pemkot Ternate sudah menyepakati kalau sebagian dari hasil keuntungan atas pemanfaatan kampung ramadhan di benteng oranje itu di hibahkan ke BKM Masjid Al Munawar, hal ini di sampaikan Kepala Bappelitbangda Kota Ternate Rizal Marsaoly pada Kamis (31/3/2022) kemarin.

Rizal mengatakan, penetapan besaran retribusi bagi pedagang musiman yang berjualan di benteng oranje sendiri disesuaikan dengan Perda tentang pemanfaatan ruang oleh Pedagang.

“Jadi nanti disesuaikan dengan apa yang biasa diatur oleh Disperindag, karena pedagang nanti berhubungan langsung ke Disperindag,” katanya.

Dia menegaskan, sudah di sepakati kalau pendataan dari Kampung Ramadhan ini sebagiannya akan dihibahkan ke Masjid Al Munawwar dan Gedung Duafa Center.

“Pak Wali sudah katakan, bahwa insya Allah sebagian pendapatan akan dihibahkan ke masjid Al Munawar dan Duafa Center. Mungkin bisa digunakan untuk operasional dan pemeliharaan,” sebutnya.

Dikatakannya, pada ramadhan kali ini Pemkot melakukan pengaturan, meski ada ruang yang di ijinkan namun ada yang di larang berjualan salah satunya termasuk parkiran samping Al Munawar dan Dhuafa Center, sementara penjual takjil depan taman nukila di perbolehkan.

“Karena intensitas pemakaian area parkir sebelum bulan ramadhan dan momentum ramadhan padat dan memadati jalan raya, sehingga Pemerintah Kota Ternate kali ini kami melakukan pengaturan, jadi pedagang (busana muslim) itu pindah tempat yang tadinya di pelataran parkir Al Munawar kami alihkan ke benteng oranje sesuai tema Kampung Ramadhan 1443 hijriyah, karena tidak mengganggu fasilitas umum,” ungkapnya.

Menurutnya, zona benteng oranje ini di desain sebagai Kampung Ramadhan, dan penataan ini di lakukan sehingga segala pendapatan dari pemanfaatan ruang dapat terkontrol dan di koordinir oleh Disperindag.

“Ini untuk menghindari kesan pemerintah membiarkan, sehingga harapannya pedagang musiman dapat terkontrol, termasuk yang memanfaatkan areal depan kantor pos, yang pasti sebagian pendapatan dari kampung ramadhan di hibahkan ke BKM Almunawar dan Dhuafa Center,” tegasnya.(cim)