JAILOLO – Sekretaris DPRD Halmahera Barat, M. Syarif Ali, meminta agar polemik laporan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Maluku Utara terhadap dirinya tidak mengalihkan perhatian publik dari persoalan utama terkait pelayanan kesehatan di RSUD Jailolo.
Menurut Syarif, substansi yang perlu mendapat perhatian bersama saat ini adalah kondisi pelayanan rumah sakit daerah yang selama ini banyak dikeluhkan masyarakat.
“Sebagai pejabat publik yang mendengar aspirasi masyarakat, saya tidak dapat menutup mata terhadap persoalan pelayanan kesehatan, mulai dari disiplin hingga manajemen rumah sakit,” ujar Syarif dalam klarifikasinya, Senin (18/5/2026).
Persoalan tersebut bermula dari beredarnya tangkapan layar percakapan dalam grup WhatsApp internal DPRD Halbar yang kemudian memicu laporan IDI Maluku Utara atas dugaan pencemaran nama baik.
Syarif menjelaskan, percakapan itu berlangsung dalam forum terbatas yang bersifat internal dan tidak pernah dimaksudkan untuk disebarluaskan ke ruang publik. “Terkait bocornya screenshot percakapan, itu terjadi di ruang diskusi tertutup dan penyebarannya berada di luar kendali saya,” katanya.

