TERNATE– Hujan deras yang mengguyur Kota Ternate pada Senin (14/6/21) mengakibatkan sejumlah rumah warga yang terletak di RT08/RW04 Kelurahan Sangaji Utara Kecamatan Kota Ternate Utara terendam banjir.
Banjir yang meredam sembilan rumah warga ini terjadi pada pukul 14.00 Wit , salah satu penyebab terjadinya banjir karena tumpukan sampah yang ikut mengalir di kali mati dari arah barat tersangkut di pipa air milik PDAM yang berada di bawah jembatan, akibatnya air meluap dan masuk ke rumah warga.
Hindu salah satu warga Kelurahan Sangaji Utara yang juga terkena dampak banjir mengatakan, saat hujan air mulai masuk dari arah depan rumah, namun tak sampai beberapa menit, air yang mengalir di barangka (kali mati) dengan cepat masuk dari arah dapur, sehingga membuat mereka panik karena air yang masuk ke dapur itu disertai dengan tumpukan sampah berupa kayu, buah kelapa dan sampah rumah tangga lainnya.
“Saya panik, karena air masuk dari dua arah yang bersamaan sehingga seisi rumah penuh dengan sampah dan tanah kurang lebih 10 cm. Hal ini membuat kasur pun rusak dan beberapa pakaian yang ada di lemari juga dipenuhi lumpur,” kata dia.
Hal senada disampaikan Munisa Abdul Gani. Menurutnya, bencana banjir ini baru pertama kali terjadi di lingkungannya dengan ketinggian air mencapai sekitar 1 meter untuk ukuran orang dewasa.
“Memang sering terjadi banjir, jika ada hujan, namun selama saya tinggal puluhan tahun disini, baru pertama kali melihat banjir seperti itu. Kalau air yang masuk dalam rumah dengan ketinggian sampai di lutut,” jelas Munisa. Dia menyebutkan, akibat dari banjir tersebut sejumlah berkas berharga seperti ijazah dan rapor pendidikan kedua anaknya juga ikut terendam air.
“Karena semua panik sehingga lupa dengan ijazah milik anak saya mulai dari SD hingga perguruan tinggi ikut terendam banjir, tapi ada sebagian yang tidak basah karena di pres,” tambahnya.
Meski begitu sampai berita ini di publish belum ada penanganan dari BPBD setempat, padahal banyak perabotan dapur dan barang penting lainnya seperti ijazah juga ikut hanyut dibawah banjir. Sementara beberapa warga yang tinggal dibantaran Kalimati (barangka) yang rumahnya terendam banjir, saat ini mengungsikan di dataran tinggi karena tempat tinggal mereka terendam banjir. (cim)
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)

