TERNATE – Upaya terus dilakukan pemerintah daerah baik Provinsi Malut maupun kabupaten dan kota dalam rangka memutus mata rantai penyebaran covid-19. Dengan terus mengeluarkan himbauan kepada seluruh warga yang ada. Pemprov Malut melalui tim medis gugus tugas pada Minggu (13/4), juga telah mengirimkan specimen ke laboratorium di Makassar untuk dilakukan pemeriksaan.
Juru bicara Gugus Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Maluku Utara, dr Rosita Alkatiri dalam releasenya mengatakan, sesuai dengan hasil pengolahan data di pusat data dan informasi yang diperoleh dari Dinas Kesehatan kabupaten/kota dan KKP kelas III Ternate menyebutkan, jumlah OTG sebanyak 89 orang tidak mengalami perubahan, ODP mengalami penurunan sebanyak 4 orang karena telah selesai masa pemantauannya selama 14 hari, sehingga total kumulatifnya sebanyak 340 orang, sedangkan PDP ada penambahan satu orang dari Kota Ternate dan berjumlah 8 orang.
Sementara dari pemeriksaan rapid test yang dilakukan sampai Minggu (12/4) sebanyak 406 orang, dari jumlah tersebut sebanyak 17 orang reaktif. “ 17 orang ini terdiri dari 6 OTG, 5 ODP, 1 orang PDP dan 5 orang pelaku perjalanan dari daerah terjangkit sementara 389 orang hasil rapid test non reaktif,” katanya.
Dikatakanya, pada Minggu kemarin juga telah dilakukan pengiriman specimen untuk 13 orang ke laboratorium di Makasar yang terdiri dari 5 ODP dan 7 PDP serta specimen pasien 02. Untuk 5 ODP ini berasal dari Halbar 1 orang, Kota Ternate 1 orang dan Kota Tidore Kepulauan 3 orang. Sementara 7 orang PDP itu berasal dari Halteng 1 orang, Halut 2 orang dan Kota Ternate 4 orang. “ Untuk 13 specimen hari ini (kemarin) sudah dikirimkan ke Makassar,” ungkapnya.
Dia menjelaskan, untuk pasien berstatus PDP itu saat ini satu orang dirawat di Kabupaten Sula, 5 orang di Sahid Hotel dan 2 orang di isolasi RSUD Chasan Boesori. Sedangkan hasil rapid test dan terdapat 17 orang reaktif itu sebanyak 10 orang menjalani isolasi di Sahid Hotel, dan 7 orang menjalani isolasi di RSUD Chasan Boesori. “ Kalau pasien yang di rawat di rumah sakit yaitu Covid positif 1 orang, PDP 2 orang dan 7 orang reaktif rapid rest,” tegasnya.
Sementara itu, enam orang pasien yang sebelumnya mendapat perawatan di hotel velya, kini telah dirujuk seluruhnya ke RSUD Chasan Boesori Ternate. Untuk dilakukan pemeriksaan swab. Mereka dirujuk secara bertahap, pada Sabtu (11/4) tiga orang, dan sisanya menyusul pada Minggu (12/4). Keenam OTG ini, di karantina (isolasi) ke hotel velya setelah pemeriksaan rapid test beberapa waktu lalu menunjukan reaktif.
Jubir Tim Medis dr. Muhammad Sagaf mengatakan, dari enam orang sebelumnya yang karantina di hotel Velya, tiga orang pertama sudah diisolasi ke RSUD Chasan Boesori, sisanya baru dilakukan tadi. “ Jadi dirujuk secara bertahap, karena masih melihat situasi rumah sakit, kalau ada yang sembuh dan keluar baru kita rujuk. Jadi kemarin dari Ternate kita rujuk tiga orang, tadi baru tambah tiga,” katanya, Minggu (12/4).
RSUD Chasan Boesori merupakan rumah sakit rujukan, sehingga ke enam OTG bakal dilakukan isolasi lanjutan disana serta pemeriksaan sweb oleh tim medis. “ Mereka itu semuanya OTG, nanti kita lihat hasil uji swab,” tandasnya. Dikatakannya, ketika dikarantina di hotel velya, keenam orang ini tidak ada gejala apapun dan dalam kondisi sehat. “ Namun hasil rapid test itu kemudian ada reaktif, sehingga ditindaklanjut untuk isolasi. Namun lebih akurat diagnosisnya itu memang swab,” tandasnya.(cim)


Berikan Komentar pada "Specimen 13 Orang ke Makassar, 6 OTG ke RSUD CB"