“Dalam komunikasi kami dengan Bupati sebelum persoalan ini muncul, Bupati pernah menyampaïkan bahwa pembangunan jalan di Desa Sabatai tetap menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah. Karena itu, kami berharap masyarakat tidak langsung beranggapan bahwa pembangunan di wilayah tersebut telah diabaikan,” ujar Sukri kepada Fajar Malut, Selasa (3/11/2026).
Senada dengan itu, Darmin Wairo menegaskan bahwa masyarakat perlu mendapatkan penjelasan yang utuh agar tidak terjadi kesalahpahaman mengenai pelaksanaan pembangunan jalan tersebut.
“Kami juga ingin meluruskan bahwa pembangunan jalan di Sabatai tetap menjadi perhatian. Pelaksanaannya memang perlu disesuaikan dengan kemampuan pembiayaan daerah dan dapat dilakukan secara bertahap. Yang terpenting, komunikasi antara pemerintah daerah, DPRD, dan masyarakat harus terus dibangun agar tidak ada informasi yang berkembang secara keliru,’ kata Darmin.
Dengan demikian, masyarakat di Desa Sabatai diharapkan tidak memahami kondisi tersebut sebagai bentuk pengabaian terhadap kebutuhan pembangunan di wilayahnya.
Desa Sabatai tetap menjadi bagian dari perhatian pembangunan daerah, dan pelaksanaan pekerjaan secara bertahap perlu dipahami sebagai upaya menyesuaikan pelaksanaan pembangunan dengan ketersediaan anggaran.
Sukri dan Darmin juga menilai bahwa persoalan ini membutuhkan penjelasan yang jelas dan terarah dari pemerintah daerah maupun DPRD.