“Sementara target Pendapatan Daerah yang berasal dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) belum dapat mencapai target yang direncanakan,” katanya.
Lanjut dia, secara keseluruhan, dari sisi kemandirian keuangan daerah, yang tercermin dari perbandingan PAD terhadap pendapatan transfer, mengalami penurunan dari 6,98% di Tahun Anggaran 2021 menjadi 5,91% di Tahun Anggaran 2022.
“Dari gambaran singkat Laporan Keterangan Pertanggungjawaban tahun anggaran 2022 kami ingin menyampaikan agar anggaran yang belum mencapai target dan belum direalisasikan menjadi sebagai satu kesatuan tanggung jawab kita bersama yang tidak bisa diabaikan dan dianggap remeh selama semua program LKPJ ini belum terealisasi dan tidak tepat sasaran,” tegasnya.
Sementara juru bicara Fraksi Merah Putih Slamet Riyadi menyampaikan, seharusnya LKPJ Pemerintah Daerah tahun anggaran 2022 menjelaskan sebaran data dan capaian di setiap indikator kinerja secara menyeluruh di 10 Kecamatan atau 102 Desa Dalam rangka peningkatan kualitas dokumen LKPJ.
