DARUBA – Polemik uang jaminan sebesar Rp 500 ribu untuk setiap tim kesebelasan yang bermain di bupati cup seperti yang dipermasalahkan oleh sejumlah menajer tim sepakbola beberapa waktu lalu, dan sempat ramai diperbincangkan di sosial media, akhirnya ditanggapi langsung oleh ketua panitia bupati cup Yanto A Gani. Yanto yang juga berkapasitas sebagai Kadispora Morotai itu awalnya tidak mau memberikan pernyataan, termasuk ketika diwawancarai sejumlah awak media.
Namun, Yanto tak berkutik dihadapan manager 16 tim. Menurut Yanto, dirinya kecolongan tidak menganggarkan biaya kontrak untuk para wasit dan perangkat pertandingan lainnya. “Turnamen bupati Cup saya kecolongan dari sisi anggaran, dan itu tidak tertuang dalam anggaran, DPA itu tidak ada uang wasit,” akui Yanto dihadapan para manager saat melakukan undian babak 16 besar ditaman kota Daruba beberapa waktu lalu. Kata Yanto, dirinya harus transparan terhadap public, terutama kepada manager tim lantaran kondisi keuangan di kegiatan bupati Cup tidak sesuai yang diharapkan.
“Saya harus terbuka jujur dan transparan, dan selama pertandingan berlangsung apa yang saudara-saudara kasih sebagai jaminan administrasi itu tidak sampai ditangan bendahara, dikasih di meja komisi dan diserahkan ke wasit, dan itu pun kami harus tamba karena kalau 500 masing masing empat tim tidak cukup, karena hanya 2 juta perhari, sementara dihadapan wasit saya bicara perhari 2 juta 250 ribu,” ungkapnya. Pernyataan Yanto itu dimaklumi oleh para manager tim. Hanya saja, para maneger meminta agar di babak 16 besar uang jaminannya harus lebih kecil dari sebelumnya. “Kami minta agar uang jaminan pada 16 besar ini dikasih turun menjadi 250 ribu,” pinta Almukaram manager Daeo FC. Permintaan itu akhirnya disepakati oleh semua manager yang hadir dengan menetapkan uang jaminan sebesar Rp 300 ribu. Sedangkan, pada babak 8 besar, uang jaminannya naik kembali seperti semula. “Nanti usai 16 besar, uang jaminannya menjadi 500 kembali,” ujarnya. (fay)


Berikan Komentar pada "Total Hadiah 400 Juta, Honor Wasit Tak Mampu Bayar"