Program afirmasi ini akan diprioritaskan bagi daerah-daerah yang membutuhkan, dengan mekanisme penerimaan mahasiswa terlebih dahulu sebelum dilanjutkan dengan perjanjian kerja sama (PKS).
Terkait KKN, UGM berharap mahasiswa yang ditempatkan di Halmahera Tengah dapat berkontribusi langsung dalam pengembangan daerah melalui berbagai program yang telah dibekali sebelumnya.
Sebagai langkah persiapan pendidikan, pihak UGM juga menyarankan diadakannya forum sosialisasi secara daring (Zoom) yang melibatkan siswa-siswi SMA di Halmahera Tengah, khususnya calon mahasiswa jalur afirmasi yang dibiayai oleh Pemda Halteng, guna memperkenalkan berbagai program studi di UGM sebelum memasuki tahapan pendaftaran.
Menariknya, UGM juga berencana mengangkat bahasa lokal Halmahera Tengah, khususnya Bahasa Patani, agar dapat dikenal di tingkat internasional. Fakultas Filsafat UGM turut mendorong penguatan pemahaman budaya lokal sebagai upaya pelestarian nilai-nilai budaya secara turun-temurun, terutama di wilayah Halteng yang kini berkembang pesat sebagai kawasan pertambangan dengan banyak tenaga kerja dari luar daerah.
Di akhir pertemuan, pihak UGM menyampaikan komitmen untuk mengupayakan percepatan proses MoU kerja sama dengan Pemda Halteng. Terkait mahasiswa yang dibiayai pemerintah daerah, UGM juga menekankan pentingnya perjanjian sebelumnya agar setelah lulus nantinya dapat kembali mengabdi dan bertugas di Kabupaten Halmahera Tengah.
Audiensi ini diharapkan menjadi awal yang kuat bagi terjalinnya sinergi berkelanjutan antara Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah dan Universitas Gadjah Mada dalam bidang pendidikan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat. (udy)
