Wali Kota menilai, kehadiran GP Ansor dan Fatayat dengan hati yang luar biasa dan mau membicarakan hal ini secara kekeluargaan tanpa harus anarkis, patutnya diberikan apresiasi yang setinggi-tingginya. Ia pun berkeinginan, agar Masyarakat yang mau menyampaikan aspirasi, bisa mencontohkan sikap yang ditunjukan GP Ansor dan Fatayat NU.
“Kehadiran GP Ansor dan Fatayat ini, bukan untuk kepentingan mereka, tapi mereka telah berpikir untuk kepentingan masyarakat yang jauh lebih baik, hal ini harus direspon secara positif oleh Pemerintah,” tuturnya.
Menyikapi pujian Wali Kota, Juru Bicara GP Ansor dan Fatayat NU, Fandi Muhammad, mengucapkan banyak terimakasih atas kesediaan pemerintah Kota Tidore, yang mau melanjutkan tuntutan mereka.
Ia menilai, sikap tegas Wali Kota untuk mengevaluasi tunjangan DPRD, merupakan bentuk keberpihakan terhadap masyarakat yang masih membutuhkan perhatian Pemerintah. Hal ini, harusnya bisa dicontohkan oleh para wakil rakyat di DPRD Kota Tidore.
“Kami memilih aksi dengan jalan dialog secara humanis, karena kami sadar bahwa sesuatu yang disampaikan dengan kekerasan, belum tentu bisa tercapai, kami berharap pemerintah bisa serius soal ini, dan berpikir soal kesejahteraan Masyarakat ketimbang Kesejahteraan DPRD,” tegasnya. (ute)
