TIDORE – Ditengah beredarnya wabah virus Corona atau Covid-19 sekarang ini, Walikota Kota Tidore Kepulauan H. Ali Ibrahim berharap seluruh masyarakat Kota Tidore untuk tetap tenang dan tidak panik, hal ini disampaikan pada rapat bersama Forkompinda dan para Pimpinan OPD terkait dengan pengawasan dan pemantauan penyebaran Virus Corona, di ruang rapat Walikota,
“Mudah-mudahan masyarakat tetap tenang, tidak terlalu panik menyikapi wabah virus corona ini dan selalu melakukan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), rutin berolahraga serta mengkonsumsi makanan yang bergizi agar dapat meningkatkan daya tahan tubuh,” ajak Ali Ibrahim.
Walikota Ali Ibrahim mengatakan bahwa pemerintah sudah membentuk tim siaga pengendalian percepatan penanganan apabila masyarakat Kota Tidore yang terdeteksi Virus Corona akan dijemput langsung oleh tim yang telah dibentuk, “karena ini merupakan arahan langsung oleh Presiden serta Mendagri yang telah mengeluarkan surat edaran untuk pembentukan tim penanganan ini sendri sehingga kita dapat melaporkan bahwa Kota Tidore telah siap siaga untuk melakukan pencegahan penyebaran Virus Corona,” tuturnya.
Ali Ibrahim juga menghimbau Kepada para Camat, Lurah dan Kepala Desa se Kota Tidore Kepulauan untuk mendukung upaya pencegahan penyebaran Virus Corona di seluruh wilayah masing-masing, serta memberikan pemahaman yang baik kepada masyarakat terkait dengan penyebaran virus corona.
Untuk diketahui terutama bagi anak-anak TK/PAUD akan diliburkan selama 14 hari terhitung mulai 18 Maret hingga 6 April 2020 mendatang, serta selama 2 pekan kedepan kegiatan CareFreday akan ditiadakan dulu. Apabila ada masyarakat yang mengalami gejala demam, suhu diatas 38°C, pilek/batuk/nyeri tenggorokkan/sesak napas, maka Pemerintah Kota Tidore Kepulauan telah menyediakan Call Center, sehingga segera menghubungi petugas kesehatan di nomor 08218839123 atau 081318883043. (hms)
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)


Berikan Komentar pada "Walikota Imbau Masyarakat Tak Panik Hadapi Corona"