Malik menambahkan, keberadaan jalan tani ini sangat krusial bagi perekonomian masyarakat setempat. Selama ini, para petani kerap kesulitan membawa pulang hasil panen dari wilayah perkebunan di belakang permukiman warga karena akses yang terbatas dan medan yang sulit ditempuh.
“Jalan tani yang diinginkan masyarakat ini menjadi urat nadi untuk mengangkut komoditas produksi hasil pertanian lokal, terutama cengkeh, pala, dan hasil perkebunan lainnya. Jika akses jalan ini bagus, biaya angkut bisa ditekan dan waktu tempuh jadi lebih efisien,” tambahnya.
Meskipun masyarakat membuktikan mampu bergerak mandiri melalui dana patungan, Abdul Malik tetap menaruh harapan besar kepada pihak pemerintah daerah. Ia meminta agar pemerintah memberikan perhatian lebih terhadap infrastruktur penunjang sektor pertanian di wilayah tersebut.
“Kami sangat mengharapkan pemerintah dapat memprioritaskan pembangunan atau peningkatan kualitas jalan tani ini sebagai kebutuhan mendasar masyarakat. Swadaya ini adalah langkah awal dari kami, dan kami harap pemerintah bisa hadir untuk melanjutkannya agar pemanfaatannya bisa lebih optimal dan permanen,” pungkasnya. (ute)