Warga Loloda ‘Dilarang Sakit’

JAILOLO – Warga Desa Jangailulu, Kecamatan Loloda merasa gusar dengan sistem pelayanan kesehatan di Kabupaten Halmahera Barat yang dianggap masih jauh dari kemanusiaan dan keadilan. 

Pasalnya, pelayanan kesehatan untuk peningkatan kualitas hidup belum bisa diakses dan dirasakan secara merata dan mudah oleh warganya, ternyata faktanya tidak demikian.  Buktinya, hingga saat ini kecamatan itu belum memiliki tempat pelayanan kesehatan yang representatif untuk mereka berobat ketika sakit.

Ribka, adalah salah satu contoh dari sekian warga yang belum mendapatkan pelayanan kesehatan. Wanita yang tengah hamil tua itu terpaksa dilarikan oleh sanak keluarganya ke RSUD Tobelo Halmahera Utara dengan menggunakan loang boat (bodi fiber).

Padahal, sejak tahun 2018, kabupaten itu selalu mendapatkan bantuan bangunan puskesmas afermasi. Buktinya, Selasa (10/3), Bupati Danny Missy meresmikan Puskesmas Jailolo, Puskesmas Kota Jailolo dan Puskesmas Baru yang dipusatkan di Desa Baru, Kecamatan Ibu Selatan.

Apa yang dialami Ribka itu viral dan menjadi  bahan perbincangan media sosial (faceebok grup Halbar) ketika diposting pemilik akun Evan Masanae. “karena tidak ada bidan desa, ibu hamil ini harus dibawa ke tobelo,” tulis Evan. Postingan itu mengundang reaksi keras DPRD setempat. Mereka mendesak Dinas Kesehatan mengambil langkah cepat.

Ketua Fraksi Golkar, Jokoahadi ketika dikonfirmasi wartawan, Rabu (10/3) mengaku, sarana infastuktur kesehatan, baik Polindes maupun bidan desa belum tersedia, sehingga pelayanan kesehatan warga tidak maksimal.

“Desa-desa yang terisolir misalnya dari Desa Baja sampai Jangailulu memang sampai saat ini tidak ada Polindes, apalagi bidan desa. Pernah juga saya kunjungan ke daerah tersebut, ada seorang petani mengalami kecelakaan dan dirujuk ke RSUD Ternate melalui jalur laut. Ini tentunya sangat kita sesalkan,” ungkap yang juga anggota Dewan Dapil Ibu-Loloda itu.

Ketua Komisi I Djufri Muhammad  mendesak Bupati Danny Missy agar segera memerintahkan Dinas Kesehatan menerjunkan tim kesehatan di wilayah tersebut. “Komisi I juga sangat menyesalkan dengan peristiwa yang dialami oleh salah seorang warga Jangailulu. Ini harus disikapi serius oleh Dinkes, jangan nanti ada kejadian baru mulai sibuk melakukan pelayanan,” tandasnya

Menurutnya, pelayanan kesehatan di wilayah-wilayah terisolir belum ada perhatian serius pemkab disebabkan adanya distribusi tenaga kesehatan yang selalu menumpuk di tingkat kecamatan. Mestinya, kata dia, ini yang harus dipikirkan oleh dinkes agar pelayanan kesehatan secara merata, khususnya di daerah-daerah terpencil di Kecamatan Loloda.

“Pemkab jangan hanya mengejar pembangunan infastruktur dengan berlomba-lomba membangun puskesmas yang  bagus, tapi kualitas pelayanan juga harus diperhatikan,” cetusnya. Ketua komisi II Nikomdemus H.D berjanji, pihaknya akan turun langsung ke lapangan dalam waktu dekat atas apa yang menimpa salah seorang warga Jangailulu tersebut. Sebab, anggaran kesehatan ini setiap tahun anggaran cukup besar, sementra pelayanan kesehatan ternyata tidak efektif.

Disaat warga Loloda tidak mendapatkan pelayanan kesehatan, Puskesmas Jailolo yang terletak di Jl. Puaen, Desa Guaemaadu menambahan jam layanan dan medis serta obat-obatan. Penambahan jam pelayanan yang sebelumnya dari pukul 08.00 -14.00.Wit, kini  pukul 16.00 21.00. Wit.

“Memang betul, untuk penambahan jam pelayanan, hingga saat ini baru diberlakukan dipuskesmas Jailolo,” ungkap Kadis Kesehatan Halbar, Rosfintje Kalinget. Menurutnya, tujuan dari penambahan jam pelayanan agar lebih efektif memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik kepada warga. ”Penambahan jam pelayanan ini, tujuannya hanya memberikan pelayanan terbaik untuk warga,” ujarnya

Kepala Puskesmas Jailolo, M. Iksan Dagasuly mengaku,  penambahan jam pelayanan dari penambahan jam pelayanan, pihaknya siap melayani dengan senang hati. “Untuk tambahan jam pelayanan,  kami dari puskesmas jailolo berdasarkan dari visi/misi, bagaimana puskesmas memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,”cetusnya.

Adanya penambahan jam, semoga Puskesmas Jailolo bisa memberikan suasana baru bagi warga dalam meningkatkan pelayanan terbaik. (iin)

Berikan Komentar pada "Warga Loloda ‘Dilarang Sakit’"

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*