Notice: Function register_uninstall_hook was called incorrectly. Only a static class method or function can be used in an uninstall hook. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 3.1.0.) in /home/fajarmal/public_html/wp-includes/functions.php on line 6131
2 Tahun Perjuangan Usul Sultan Baabullah Sebagai Pahlawan Nasional - FajarMalut.com

2 Tahun Perjuangan Usul Sultan Baabullah Sebagai Pahlawan Nasional

Pengurus KARAMAT

Oleh : Nukholis Lamaau, Juru Tulis KARAMAT

Barangkali pepatah ‘usaha tidak akan pernah menghianati hasil’ dapat disematkan ke Keluarga Malamo Tarnate (KARAMAT). Organisasi Masyarakat yang dideklarasikan pada 25 Desember 2018 di Pandopo Kedaton Kesultanan Ternate ini, sukses mendorong dan mengawal pengusulan gelar Kepahlawanan Sultan Baabullah Datu Syah.

Tentu KARAMAT tidak sendiri. Ada berbagai pihak yang terlibat aktif dalam perjuangan ini. Di antaranya, Pemerintah Provinsi Maluku Utara dan Pemerintah Kota Ternate yang mengusul dan membentuk Tim Peneliti, Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD).

Dari Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Indonesia (UI) dimotori oleh Guru Besar di Departemen Sejarah UI sekaligus pengajar pada Program Pascasarjana Ilmu Sejarah UI, Prof. Dr. Susanto Zuhdi, dan Sejarawan UI, Bondan Kanumoyoso.

Kemudian Kasubdit Gelar Kepahlawanan Nasional Kementerian Sosial, Afni M. Hum, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Triana Wulandari serta Tim Penulis Naskah Akademik yang dipimpin Syaiful Bahri Ruray selaku akademisi dan sejarawan lokal Maluku Utara, Wakil Ketua Tim Prof. Dr. Susanto Zuhdi, serta Sekretaris Tim Dr. Thamrin Husen.

Tim tersebut beranggotakan Dr. Didi Prajoko, Arif Budiman, Noor Fatiah Latika, sejarawan sekaligus akademisi Universitas Khairun Ternate Irfan Ahmad, akademisi sekaligus sejarawan lokal Sukarno M. Adam, akademisi Universitas Muhammadiyah Maluku Utara Syahroni A. Hirto, dan Presidium Madopolo KARAMAT sekaligus unsur Kesultanan Ternate, M. Ronny Saleh.

DPRD Kota Ternate, DPRD Provinsi Maluku Utara, Pemerintah Daerah Halmahera Utara, Halmahera Selatan, Halmahera Tengah, Halmahera Timur, Halmahera Barat, Kota Tidore Kepulauan, Kabupaten Pulau Morotai, Kabupaten Kepulauan Sula, Korem 152/Babullah, Bandar Udara Sultan Babullah Ternate, serta para Akademisi.

Dari paguyuban di antaranya Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan Kota Ternate, Paguyuban Palembang, KKB Sumatera bagian Selatan, Gorontalo, FPK Gorap, Seram Timur, Kapita Tahane, Kerukunan Kelurga Besar Sula, Pemuda Pancasila Maluku Utara, Forum Paguyuban Pembauran Kota Ternate, yang membubui tanda tangan pada deklarasi usulan Baabullah sebagai Pahlawan Nasional, pada Desember 2018, dikasikan para perangkat adat Kesultanan Ternate, terutama Bobato Dunia dan Bobato Akhirat, yang sejak awal terlibat dalam berbagai kegiatan ritual orang Ternate, seperti ziarah makam para sultan. Termasuk Kesultanan Bacan, Jailolo, Tidore, dan Kerajaan Loloda.

Hingga pada akhirnya, momentum mengharukan itu dirasakan oleh seluruh masyarakat Maluku Utara, khususnya Kota Ternate, dalam momentum Hari Pahlawan Nasional pada Selasa 10 November 2020 kemarin.

Pengusulan ini berangkat dari kegelisahan anak-anak muda Ternate. Lewat diskusi kecil-kecilan di lingkungan Jole Ma Jiko, Kelurahan Dufa-Dufa, Kecamatan Ternate Utara, Kota Ternate, ide pengusulan itu terlahir.

Spirit kehadiran KARAMAT diproyeksikan untuk mengembalikan kearifan lokal masyarakat Ternate, yang sudah tergerus zaman. Pemerhati Budaya Orang Ternate yang gagasannya dapat ditemui lewat web blog Serba-Serbi Orang Ternate, Busranto Abdul Latif Doa, berharap kehadiran KARAMAT dapat mengembalikan nilai-nilai ke – Ternate – an.

Pernyataan Dewan Pembina KARAMAT itu menjadi tema ritual Mahodo Safar atau atau Mandi pada bulan Safar, yang dilangsungkan di Jole Ma Jiko, Rabu 23 Oktober 2019. Adalah “Sigodiho Doka Sosira”, yang berarti; “mengembalikan (esensi kebudayaan dan jati diri orang Ternate) seperti semula.

Awal mula KARAMAT dibentuk Pendiri Pusat Study, Mahasiswa Ternate (PUSMAT), Abdul Rahman Salam dan M Ronny Saleh yang punya keinginan besar yang melampaui rasa percaya diri generasi muda Ternate.

“Baabullah harus didorong sebagai Pahlawan Nasional,” demikian yang dia ungkapkan dalam pertemuan bersama beberapa pengurus KARAMAT di Jole Ma Jiko, Dufa-Dufa, suatu sore.

Pernyataan itu kemudian ditanggapi serius oleh M. Ronny Saleh. Presidium Madopolo KARAMAT yang juga sebagai Kapita Alfiris Kesultanan Ternate itu, kemudian melanjutkan roda estafet perjuangan pengusulan gelar kepahlawanan penguasa 72 negeri berpenghuni tersebut. Lewat KARAMAT-lah impian itu dimulai.

Menindaklanjuti upaya pengusulan itu, TP2GD Kota Ternate kemudian menggelar Focus Group Discussion (FGD) di Kantor Wali Kota Ternate, Senin 11 Maret 2019, dengan menghadirkan para Akademisi seperti, Syahril Muhammad dari Unkhair Ternate dan Rustam Hasim, akademisi UMMU Herman Oesman, dan akademisi sekaligus mantan Rektor UMMU Kasman Hi. Ahmad.

Berita Terkait