“Kalau satu PDP langsung di rumah sakit, namun kita akan lihat sejauh mana tracking kontak di wilayah kalumpang yang membutuhkan waktu sedikit panjang, karena pasien di kalumpang ini aktivitas lebih banyak di luar,” tandasnya.
Pihaknya sedang menganalisa transmisi lokal yang terjadi, sehingga kalaupun ada dampak yang luas, maka akan mempersiapkan langkah bersama Walikota dan Gubernur untuk PSBB.
“Tapi kita masih melihat situasi dan perkembangannya, kalau transmisi lokal yang banyak dan berdampak pada beberapa daerah di wilayah kota Ternate,” ucap dia.
Untuk pasien dari Kelurahan Tabam, kemudian 04 Tikep dan kalumpang ini pihaknya masih melakukan tracking untuk melihat seberapa banyak kontak. “Rapid yang kita sudah lakukan itu sebanyak 500 lebih, reaktif sekitar 52 orang,” ucapnya, sembari menjelaskan panjang lebar terkait dengan pelaksanaan tracking kontak pada 9 pasien baru itu.
Pihaknya juga kata dia, sedang menyiapkan alat rapid sebanyak 3.000 buah untuk nantinya digunakan rapid test kepada warga yang berada di beberapa daerah.
Sebelumnya Walikota Ternate Burhan Abdurahman mengatakan, dalam sehari dua ini juga akan dikeluarkan putusan terkait dengan wajib masker dalam Kota Ternate. Namun pihaknya belum berpikir sampai pada pengusulan PSBB. “ Karena PSBB harus dikaji dengan matang yang melibatkan semua pihak, tapi sampai sekarang belum pikirkan PSBB,” tandasnya.(cim)
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)
